Pemerintah Kota Padang bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan di Sumatera Barat menyalurkan paket bantuan logistik berupa makanan siap saji untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi melepas langsung pengiriman bantuan rendang tersebut di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Bantuan kemanusiaan ini ditujukan untuk meringankan beban para korban pascaperistiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kolaborasi Elemen Minangkabau dan Jalur Logistik TNI AU
Pengiriman logistik rendang ini terlaksana atas inisiasi gabungan dari Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (DPW Gebu Minang) Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, serta Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi). Fadly Amran, yang juga memimpin DPW Gebu Minang Sumatera Barat, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif berbagai unsur masyarakat tersebut.
Update Korban Gempa NTT, 91 Warga Meninggal Dunia, 1.286 Luka-luka

Dalam prosesi pelepasan di Bandara Internasional Minangkabau, hadir sejumlah tokoh dan perwakilan instansi, antara lain Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya, Anggota DPRD Kota Padang M. Fautiaz Fauzi, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, perwakilan Hipermi, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang.
Untuk distribusi ke kawasan bencana, seluruh paket bantuan diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pesawat militer ini menerbangkan muatan bantuan menuju Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta terlebih dahulu sebelum kemudian diteruskan ke titik-titik lokasi terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Tahapan Penyaluran dan Target 5 Ton Bantuan
Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar mengungkapkan bahwa kolaborasi Gebu Minang dan LKAAM Sumatera Barat telah berhasil mengumpulkan total 3,6 ton bantuan rendang. Pemilihan olahan rendang sebagai bentuk bantuan darurat didasari oleh karakteristiknya yang merupakan makanan siap saji, mudah dikonsumsi di lokasi pengungsian, serta memiliki ketahanan atau daya simpan yang relatif lama tanpa perlakuan khusus.
Mayoritas Karhutla Sengaja Dipicu demi Buka Lahan Sawit, Polri Tetapkan 72 Tersangka

Pengiriman pada 22 Agustus 2026 ini merupakan kelanjutan dari distribusi tahap awal yang sebelumnya telah diberangkatkan pada 17 Agustus 2026. Penyaluran logistik masih akan terus berlanjut, dengan jadwal pengiriman tambahan berikutnya sebanyak 500 kilogram rendang.
Secara keseluruhan, inisiatif solidaritas kemanusiaan dari Sumatera Barat ini menargetkan penghimpunan dan penyaluran rendang hingga mencapai total 5 ton guna mendukung kebutuhan pangan para penyintas gempa NTT.






