Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, memberikan arahan penting dalam agenda Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya pada Minggu, 23 Agustus 2026. Megawati mengingatkan seluruh kader partai agar tidak menjadikan uang dan kekuasaan sebagai tujuan utama perjuangan politik, melainkan bersandar pada kekuatan ideologi, militansi, dan kedekatan nyata dengan rakyat di tingkat akar rumput.
Arahan tersebut disampaikan dengan merefleksikan kembali sejarah pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI, Bung Karno, yang menghabiskan masa mudanya di Surabaya.
Mengapa Surabaya Disebut sebagai Dapurnya Nasionalisme Bung Karno?
Bung Karno menyebut Surabaya sebagai "Dapurnya Nasionalisme" karena kota tersebut menjadi episentrum pembentukan intelektual dan kesadaran politiknya. Di kota ini, Bung Karno menempuh pendidikan di Hoogere Burgerschool (HBS) dan menimba ilmu langsung di bawah bimbingan tokoh pergerakan H.O.S. Tjokroaminoto.
3 Juta Warga di 37 Kabupaten/Kota Terpapar Asap Karhutla, Kenali Risiko Kesehatan dan Langkah Antisipasinya

Dalam keterbatasan hidup di sebuah kamar sempit tanpa jendela dan hanya diterangi lampu teplok, Bung Karno yang baru berusia 16 tahun telah menyerap gagasan tokoh-tokoh dunia melalui buku. Dialog intelektualnya mencakup pemikiran Thomas Jefferson, George Washington, William Gladstone, Karl Marx, Sun Yat-sen, Mustafa Kemal Atat眉rk, hingga Jean-Jacques Rousseau. Meskipun pada 1916 Surabaya telah menjadi pusat kapitalisme global dan Hindia Belanda merupakan salah satu kekuatan kolonialisme terbesar di dunia, Bung Karno meyakini gagasan kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan.
Apa Saja Poin Utama Pesan Megawati kepada Kader?
Megawati menekankan bahwa daya tahan dan modal terbesar partai berada pada ikatan batin dengan masyarakat, bukan pada materi. Terdapat beberapa poin inti yang disampaikan:
Zulhas Minta Kader PAN Potong Gaji Bantu Korban Gempa NTT dan Karhutla, Rincian Kebijakan dan Sasarannya

- Menolak Politik Transaksional: Kader diingatkan agar tidak menjadikan uang serta kekuasaan sebagai segalanya dalam berpolitik.
- Memperkuat Ideologi: Kekuatan utama pergerakan bersumber dari komitmen ideologis dan semangat juang yang konsisten.
- **Membangun *Emotional Bonding***: Kader diwajibkan terus merawat ikatan emosional, baik dengan rakyat maupun antarsesama kader partai di semua tingkatan.
Apa Target dan Catatan Historis untuk PDIP Jawa Timur?
Megawati menargetkan Jawa Timur dapat kembali mengukuhkan posisinya sebagai "Kandang Banteng". Perolehan kursi legislatif PDIP di Jawa Timur ditargetkan setidaknya menyamai capaian hasil Pemilihan Umum 2019.
Sebagai pengingat atas ketangguhan partai, Megawati menyinggung peristiwa di Pandegiling dan Sukolilo saat era Orde Baru. Menurutnya, rekam jejak tersebut merupakan bukti nyata militansi para kader Jawa Timur ketika menghadapi tekanan politik masa lalu yang semestinya terus dihidupkan dalam kerja-kerja politik saat ini.






