berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Upaya Korea Selatan Mengubah Ruang Publik Menjadi Sistem Pendingin Raksasa untuk Hadapi Cuaca Ekstrem

Sri NugrohoDiterbitkan 3 Agu 2026 - 07.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Upaya Korea Selatan Mengubah Ruang Publik Menjadi Sistem Pendingin Raksasa untuk Hadapi Cuaca Ekstrem
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Korea Selatan saat ini menerapkan strategi komprehensif untuk menghadapi ancaman gelombang panas ekstrem yang terus meningkat. Langkah penanganan ini melampaui sekadar imbauan kesehatan biasa, melainkan berfokus pada upaya mengubah ruang kota menjadi sebuah sistem pendingin terdistribusi. Strategi inovatif tersebut dirancang khusus dengan mengintegrasikan teknologi tingkat lanjut, penyediaan layanan sosial yang lebih baik, serta aturan perlindungan ketat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Untuk memahami lebih detail mengenai implementasi strategi penanganan suhu ekstrem ini, masyarakat perlu mengetahui berbagai program mitigasi cuaca panas yang dijalankan oleh pemerintah setempat, termasuk pengenalan fasilitas baru bernama Happiso. Fasilitas ini merupakan tempat perlindungan luar ruang berbentuk kubah udara yang telah dilengkapi dengan sistem pendingin. Pemerintah menargetkan bahwa pada musim panas tahun 2026 mendatang, fasilitas Happiso akan tersedia di 14 lokasi strategis di seluruh kota. Beberapa area utama yang menjadi target penempatan kubah pendingin ini mencakup ruang publik padat pengunjung seperti Gwanghwamun Square dan Cheonggye Plaza. Selain kubah udara, kanopi besar juga dipasang di puluhan koridor pejalan kaki untuk memberikan perlindungan langsung di jalur aktivitas warga.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah bagaimana cara pemerintah menurunkan suhu permukaan jalanan kota secara efektif. Untuk meredam radiasi panas di jalan protokol, berbagai distrik di Seoul memanfaatkan kombinasi teknologi kabut air dan sistem jalan pendingin yang mampu membasahi aspal secara otomatis. Ketika peringatan gelombang panas berstatus aktif, intensitas penyemprotan jalan menggunakan armada truk tangki akan ditingkatkan hingga mencapai enam kali dalam sehari. Tidak hanya itu, halte bus berpendingin serta kanopi pintar yang beroperasi menyesuaikan suhu dan kecepatan angin kini mulai dijadikan standar baru di area trotoar kota.

Baca Juga

Langkah Antisipasi Hujan Ringan dan Banjir Rob di Jawa Tengah Akhir Pekan Ini

Langkah Antisipasi Hujan Ringan dan Banjir Rob di Jawa Tengah Akhir Pekan Ini

Mengenai langkah perlindungan bagi warga lanjut usia, pemerintah memiliki pendekatan yang lebih terdesentralisasi. Daripada memusatkan perlindungan di satu lokasi besar, Seoul memilih untuk menyiapkan hampir 3.000 pusat pendinginan yang dikhususkan bagi kelompok lansia, ditambah dengan ribuan tempat perlindungan iklim di berbagai fasilitas publik. Pemanfaatan balai warga dan pusat kesejahteraan ini bertujuan memastikan agar warga yang rentan tidak perlu menempuh jarak jauh demi mendapatkan udara sejuk. Selain itu, setiap distrik di wilayah tersebut diwajibkan untuk menyediakan minimal satu tempat perlindungan darurat yang tetap beroperasi penuh pada malam hari.

Dalam hal pemantauan kelompok rentan, pemerintah Seoul memanfaatkan integrasi data dan sistem komputasi canggih guna mengawasi keselamatan masyarakat secara langsung. Pemantauan berbasis data ini secara khusus ditujukan bagi para lansia yang tinggal sendiri serta warga yang menempati rumah semi-basement. Sistem ini bekerja secara komprehensif, tidak sekadar melacak fluktuasi suhu udara, melainkan juga mengintegrasikan peringatan risiko banjir mendadak. Seluruh data tersebut kemudian digunakan sebagai alat navigasi bagi petugas sosial dalam menentukan prioritas pemberian bantuan secara presisi.

Baca Juga

Persija Jakarta Taklukkan PSMS Medan 4-1 dan Puncaki Klasemen Grup B Piala Presiden 2026

Persija Jakarta Taklukkan PSMS Medan 4-1 dan Puncaki Klasemen Grup B Piala Presiden 2026

Terakhir, perlindungan bagi para pekerja di sektor konstruksi juga menjadi fokus utama dalam strategi mitigasi ini. Pemerintah memperketat pengawasan di area proyek dengan menerapkan lima prinsip keselamatan yang wajib dipatuhi ketika suhu mencapai level berbahaya. Aturan tersebut mencakup penyediaan air minum, penyediaan tempat teduh, pemantauan kesehatan berkala, serta penyesuaian jam kerja. Meskipun berbagai fasilitas mitigasi terus ditambah, para ahli tetap menekankan pentingnya perpanjangan jam operasional perlindungan pada akhir pekan dan sistem pemantauan kesehatan secara langsung agar strategi ini benar-benar efektif saat dibutuhkan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Korea SelatanMitigasi BencanaGelombang PanasSeoulHappiso

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Memantau Pembaruan Layanan Saat Listrik Padam di Wilayah JakartaPanduan Menghadapi Tren Utang Pinjol di Indonesia dan Cara Menghindari Modus Penipuan IlegalCara Mengelola Bisnis Hotel di Tengah Ketidakpastian Ekonomi dan Suku Bunga TinggiMemahami Dinamika Net Buy Asing dan Pergerakan IHSG pada Akhir Juli 2026Penyebab dan Dampak Mati Listrik di Sebagian Jakarta dan Tangerang SelatanTindakan Hukum dan Pelaporan Dugaan Eksploitasi Anak dalam Konten Media SosialPenyebab Mati Listrik di Jakarta dan Tangerang Selatan Akibat Gangguan Sistem TransmisiMengoptimalkan Potensi Daerah dalam Ajang Pameran Pembangunan Nasional

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap