Keberadaan media sosial saat ini menjadi salah satu sarana utama bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai kendala pelayanan publik, termasuk masalah kelistrikan. Pada hari Senin, 3 Agustus 2026, platform media sosial menjadi ramai oleh laporan dari sejumlah pelanggan PLN. Para pelanggan yang berada di beberapa wilayah distribusi Jakarta Raya tersebut secara serentak mengeluhkan kondisi listrik padam yang mereka alami. Keluhan yang ramai diperbincangkan di dunia maya ini menunjukkan betapa krusialnya ketersediaan energi listrik bagi kelancaran aktivitas harian warga. Situasi hilangnya pasokan daya ini langsung mendapat perhatian luas, sehingga mendorong pihak berwenang untuk segera memberikan tanggapan dan klarifikasi resmi terkait kondisi layanan kelistrikan di wilayah distribusi Jakarta Raya.
Merespons rentetan laporan dan keluhan dari masyarakat yang beredar luas di media sosial, pihak PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya akhirnya buka suara untuk memberikan penjelasan terperinci mengenai situasi yang sedang terjadi. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan langsung oleh Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, diakui bahwa memang telah terjadi gangguan pada sistem suplai listrik. Haris Andika menjelaskan bahwa gangguan pasokan tersebut secara spesifik melanda jaringan yang mengalirkan listrik dari kawasan Gandul ke arah Cirendeu. Lebih lanjut, peristiwa terhentinya aliran daya ini tercatat mulai terjadi pada rentang waktu pagi hari, tepatnya pada pukul 04.59 WIB.








