Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Siti Hediati Soeharto menyambut kedatangan 21 tokoh dunia yang terdiri atas peraih Nobel, penerima Turing Award, ilmuwan, dan akademisi di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung, pada 27–28 Agustus 2026.
Bertindak sebagai tuan rumah kegiatan, Siti Hediati Soeharto—yang akrab disapa Titiek Soeharto—menerima delegasi internasional tersebut dalam rangka mengenalkan inisiatif pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia yang berpusat di ujung selatan Pulau Sumatra.
Kawasan TWNC mencakup area seluas 48.153 hektare hutan dan 14.089 hektare wilayah perairan laut. Lanskap ekosistemnya membentang mulai dari hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, kawasan mangrove, danau, rawa air tawar, hingga hutan sekunder. Sejak 1996, area konservasi ini dikelola oleh Artha Graha Peduli (AGP) dan kemudian diperkuat melalui kemitraan dengan Kementerian Kehutanan pada 2008 dengan landasan prinsip pendirinya: "Kita jaga alam, alam jaga kita".
Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Perhatian Tokoh Dunia terhadap Konservasi Tambling
Kunjungan delegasi kehormatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas disiplin ilmu dan perdamaian global. Di antara delegasi yang hadir tercatat Presiden Timor Leste sekaligus penerima Nobel Perdamaian 1996 José Ramos-Horta, Frances H. Arnold (Nobel Kimia 2018), Tim Hunt (Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2001), Benjamin List (Nobel Kimia 2021), Robert C. Merton (Nobel Ekonomi 1997), Konstantin Novoselov (Nobel Fisika 2010), Frederick Jay Ramsdell (Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2025), James A. Robinson (Nobel Ekonomi 2024), Brian Paul Schmidt (Nobel Fisika 2011), David Beasley (Nobel Perdamaian/World Food Programme 2020), dan Kailash Satyarthi (Nobel Perdamaian 2014).
Turut hadir ilmuwan komputer dan peraih Turing Award serta pakar sains lainnya, seperti Jack Joseph Dongarra, Martin Edward Hellman, Whitfield Diffie, Richard S. Sutton, Torsten Hoefler, Gilles Brassard, astrofisikawan Sara Seager, pakar pertanian Howard Yana Shapiro, ekonom Leander Heldring, dan fotografer Peter Badge.
Dalam kunjungannya, José Ramos-Horta menyoroti aspek kepemimpinan sebagai faktor penting dalam keberlanjutan lingkungan hidup. Secara khusus, Ramos-Horta menggarisbawahi kepemimpinan Tomy Winata selama tiga dekade dalam mengelola dan mempertahankan kelestarian alam Tambling.
Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng

Perlindungan Harimau Sumatra dan Keseimbangan Alami
Salah satu fokus utama konservasi di TWNC adalah penyelamatan satwa liar yang terancam punah, khususnya Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang kini berstatus kritis (Critically Endangered). Kawasan ini mengoperasikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra yang berfungsi merawat dan memulihkan satwa-satwa yang terdampak konflik sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.
Laura Anne menyampaikan bahwa Tambling bukanlah kebun binatang atau taman buatan, melainkan sebuah ekosistem alami utuh di mana kehidupan satwa, burung, ikan, dan seluruh keanekaragaman hayati di dalamnya tetap berjalan dalam keseimbangan alam yang terjaga.






