Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah tipis pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026). Sempat bergerak menguat dan berada di zona hijau pada paruh awal perdagangan, pergerakan indeks komposit berbalik arah tertekan menjelang penutupan pasar.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup turun 3,63 poin atau 0,06 persen ke level 6.518,12 dari posisi penutupan hari sebelumnya di 6.521,75. Pada awal sesi, indeks dibuka menguat di level 6.535,72 dan sempat melesat menyentuh level tertinggi harian di 6.566,90. Namun, tekanan jual membawa indeks merosot hingga ke level terendah 6.495,74 sebelum akhirnya ditutup sedikit membaik di level 6.518,12.
Sepanjang perdagangan akhir pekan ini, nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,86 triliun dengan volume perdagangan sebesar 33,30 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,97 juta kali. Pergerakan pasar mencatatkan 348 saham melemah, 290 saham berhasil menguat, dan 325 saham lainnya bergerak stagnan.
Rosan Bocorkan Skema Rekening Gratis Warga RI, Aceh Lewat BSI

Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menjadi pemberat utama dengan sumbangan negatif 7,37 poin ke indeks. Beban indeks lainnya datang dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar minus 3,04 poin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) minus 2,77 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) minus 2,38 poin, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar minus 1,79 poin.
Di sisi penopang, deretan saham perbankan dan emiten teknologi menahan laju penurunan IHSG agar tidak terkoreksi lebih dalam. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi positif 7,05 poin, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 6,22 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) 5,87 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 3,93 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,48 poin, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 2,46 poin.
Hutama Karya Gabungkan 2 Anak Usaha, Hakaaston Jadi Surviving Entity

Secara sektoral, penurunan terdalam dipimpin oleh sektor kesehatan yang merosot hingga 1,76 persen. Tekanan pelemahan juga melanda sektor energi sebesar 1,07 persen, utilitas turun 1,02 persen, jasa pendidikan turun 0,82 persen, bahan dasar terkoreksi 0,80 persen, konsumer primer menyusut 0,25 persen, dan properti turun 0,14 persen. Sebaliknya, empat sektor mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor keuangan yang naik 0,83 persen, teknologi 0,62 persen, konsumer non-primer 0,41 persen, dan industri 0,23 persen.
Adapun data transaksi investor asing yang dihimpun Stockbit Sekuritas pada sesi I mencatatkan nilai beli bersih asing (foreign buy) sebesar Rp2,08 triliun dan penjualan asing (foreign sell) sebesar Rp2,21 triliun, sehingga menghasilkan jual bersih asing (net foreign sell) Rp125,08 miliar di seluruh pasar. Kendati demikian, beberapa saham mencatatkan akumulasi beli bersih asing yang cukup solid, dipimpin oleh BBCA sebesar Rp358,24 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp89,86 miliar, BMRI Rp80,86 miliar, BBRI Rp28,23 miliar, serta BBNI senilai Rp25,34 miliar.






