Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, berangsur mereda. Sejumlah titik api yang sebelumnya membakar area di sekitar jalur pendakian kini telah berkurang secara signifikan.
Meski kondisi di jalur utama mulai terkendali, operasi pemadaman masih berlanjut untuk menyasar titik-titik api yang bertahan di medan sulit, salah satunya di kawasan Gunung Papak.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa pantauan udara masih memperlihatkan keberadaan asap dan titik api pada tebing-tebing terjal yang tidak bisa dijangkau oleh regu pemadam darat. Penanganan pada area tersebut difokuskan melalui operasi water bombing dari udara.
Istri Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Minta Pencarian Dilakukan di Pulau Sertung

Dalam pelaksanaannya, helikopter pemadam rata-rata melakukan penyiraman hingga 30 kali per hari. Setiap putaran penyiraman membawa kapasitas sekitar 1.000 liter air yang diambil langsung dari embung milik PT Medco di kawasan Kawah Ijen.
Di saat yang sama, penyisiran sisa bara api (mopping up) terus digencarkan di darat. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 5 Banyuwangi, Noviyani Utami, mengatakan pembersihan jalur pendakian dilakukan bersama personel BKO Balai Dalkarhut Jabalnusra dan para relawan.
Kodam XVII/Cenderawasih Kerahkan 285 Prajurit Bersihkan Puing Kebakaran di Jayapura

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu api baru, sekaligus memetakan luasan area terbakar dan membersihkan jalur agar Kawah Ijen dapat segera dibuka kembali bagi pengunjung.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, karhutla di kawasan Kawah Ijen ini telah berlangsung sejak Rabu (2/9) dengan total perkiraan lahan terdampak mencapai 20 hektare.






