Sektor pertanian nasional saat ini menghadapi tantangan yang semakin berat akibat adanya perubahan iklim global. Perubahan iklim tersebut memicu terjadinya cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup tanaman budi daya. Kondisi lingkungan yang tidak menentu ini mendorong munculnya kebutuhan yang mendesak akan teknologi budi daya pertanian yang adaptif. Para petani membutuhkan solusi nyata yang mampu membantu tanaman agar tetap dapat tumbuh secara optimal, meskipun harus menghadapi berbagai tekanan lingkungan hidup. Tekanan tersebut sering kali hadir dalam bentuk suhu udara yang tinggi serta kondisi kekeringan yang melanda berbagai wilayah pertanian. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang dapat menjaga produktivitas hasil panen.
Salah satu inovasi teknologi yang semakin relevan untuk diterapkan di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim adalah penggunaan biostimulan. Secara khusus, produk biostimulan diformulasikan untuk membantu meningkatkan proses fisiologis yang terjadi di dalam tubuh tanaman. Selain itu, penerapan teknologi ini bertujuan untuk memperkuat tingkat toleransi tanaman terhadap berbagai cekaman abiotik. Cekaman abiotik yang sering dialami oleh tanaman meliputi paparan panas yang berlebihan, kondisi kekeringan akibat kurangnya curah hujan, maupun kondisi lingkungan lain yang kurang ideal bagi pertumbuhan. Dengan memperkuat proses fisiologis tersebut, tanaman diharapkan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Menyadari pentingnya dukungan yang lebih adaptif bagi tanaman agar produktivitas tetap terjaga, Syngenta Indonesia mengambil langkah strategis dengan menghadirkan solusi terbaru. Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menjelaskan bahwa tanaman senantiasa memerlukan dukungan yang tepat di tengah perubahan kondisi iklim yang dinamis. Oleh karena itu, Syngenta secara resmi memperkenalkan biostimulan bernama CUPRINOMAT庐. Inovasi ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap berbagai cekaman lingkungan. Produk ini dirancang sebagai solusi komprehensif yang dapat diandalkan oleh para pelaku sektor pertanian dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen mereka.
Ye Live in Jakarta Diproyeksi Tarik 15 Ribu Wisman, Sektor Pariwisata Berpotensi Bergeliat

Keunggulan dari inovasi biostimulan CUPRINOMAT庐 terletak pada formulasi bahan-bahan yang digunakan di dalamnya. Produk ini secara inovatif mengombinasikan beberapa komponen penting, yaitu asam amino, asam humat, asam fulvat, serta unsur hara mikro. Seluruh komponen tersebut dirancang sedemikian rupa agar dapat bekerja secara sinergis di dalam jaringan tanaman. Sinergi dari kombinasi bahan-bahan ini berfungsi untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara menyeluruh. Di samping itu, formulasi ini juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh akar tanaman, sehingga kebutuhan nutrisi harian tanaman dapat terpenuhi dengan lebih maksimal meskipun berada di bawah tekanan lingkungan.
Selain berfokus pada pengenalan teknologi baru, Syngenta juga menaruh perhatian besar pada aspek edukasi bagi para petani di berbagai daerah. Langkah edukasi ini diwujudkan melalui sebuah rangkaian perjalanan kampanye yang diberi nama Road to Grand Finale. Perjalanan edukatif ini menempuh jarak yang sangat panjang, yakni sejauh 5.108 kilometer. Selama perjalanan tersebut, program ini berhasil menjangkau sekitar 500 petani yang tersebar di sejumlah daerah. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta mengedukasi para petani mengenai manfaat dan cara kerja teknologi biostimulan dalam praktik pertanian sehari-hari.
RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Gas Bumi, Efisiensi Operasional Capai 75 Persen

Dalam pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyampaian teori secara verbal. Perusahaan juga membawa spesimen tanaman secara langsung sebagai bagian dari kegiatan demonstrasi lapangan. Demonstrasi ini bertujuan untuk memberikan bukti nyata kepada para petani mengenai efektivitas produk. Hasil dari demonstrasi lapangan tersebut secara jelas menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman yang mendapat perlakuan dengan menggunakan biostimulan tampil jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh tanpa mendapatkan perlakuan serupa. Bukti visual ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap penggunaan teknologi tersebut.
Rangkaian perjalanan edukasi yang panjang tersebut pada akhirnya ditutup dengan sebuah acara puncak. Peluncuran produk CUPRINOMAT庐 ini ditandai secara resmi melalui acara Grand Finale yang diselenggarakan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan penutupan yang berskala besar itu dihadiri oleh sekitar 450 petani bersama dengan para pemangku kepentingan yang bergerak di sektor pertanian. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Syngenta berharap bahwa penerapan teknologi biostimulan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus membantu para petani dalam menjaga produktivitas di tengah meningkatnya berbagai risiko cuaca ekstrem.






