Pelaksanaan mandi wajib atau ghusl menjadi kewajiban mendasar bagi setiap Muslim yang berada dalam kondisi berhadas besar sebelum dapat menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti salat. Proses bersuci ini juga dikenal dengan istilah mandi janabah, yang memiliki ketentuan rukun serta tata urutan adab sesuai tuntunan syariat.
Mandi wajib disyariatkan atas sejumlah sebab tertentu. Kondisi yang mewajibkan seseorang melakukan ghusl meliputi keluarnya air mani, selesainya hubungan suami istri, tuntasnya masa haid bagi perempuan, berakhirnya masa nifas setelah persalinan, serta ketika seorang Muslim meninggal dunia.
Bacaan Niat dan Syarat Utama Mandi Wajib
Dalam pelaksanaan mandi wajib, rukun paling mendasar yang disepakati adalah keberadaan niat untuk menghilangkan hadas besar serta meratakan air ke seluruh permukaan tubuh. Ketentuan mengenai keabsahan bersuci ini turut dijelaskan dalam literatur fikih, salah satunya Kitab Nihayatuz Zain karya Syaikh Nawawi Al Bantani.
Niat mandi wajib dilafalkan saat hendak memulai penyucian:
Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."
Urutan Pelaksanaan dan Adab Bersuci
Tata cara pelaksanaan mandi wajib diawali dengan membaca Bismillāhir-rahmānir-rahīm. Langkah berikutnya adalah membersihkan area kemaluan serta bagian tubuh lainnya yang terkena kotoran atau najis.
Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng

Setelah membersihkan najis, orang yang bersuci dianjurkan mengambil wudu dengan tata cara serupa seperti wudu sebelum mendirikan salat. Proses dilanjutkan dengan mengalirkan air ke bagian kepala hingga benar-benar membasahi seluruh helaian rambut dan mencapai kulit kepala.
Tahap berikutnya adalah menyiram dan meratakan air ke seluruh anggota badan tanpa terkecuali, dengan mendahulukan sisi tubuh bagian kanan kemudian berpindah ke sisi bagian kiri. Memastikan air menjangkau seluruh lipatan tubuh dan rambut menjadi syarat penting terpenuhinya rukun mandi.
Ketentuan bersuci ini juga memiliki keterkaitan khusus dengan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Bagi seseorang yang berada dalam kondisi junub sebelum fajar terbit di bulan puasa, mandi wajib harus ditunaikan sebelum waktu salat Subuh agar pelaksanaan puasa tetap sah sesuai ketentuan.






