PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan produksi emas dari wilayah tambangnya dapat mencapai 700.000 ons atau setara 21 ton pada tahun 2026. Selain emas, perusahaan pertambangan tersebut juga memproyeksikan perolehan produksi tembaga sebesar 800 juta pound pada periode yang sama.
Target operasional tahun ini berjalan di tengah kapasitas penambangan yang belum sepenuhnya pulih. Direktur Utama PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa aktivitas penambangan saat ini berada pada level 65 persen dari kapasitas normal, dengan volume pemrosesan rata-rata diproyeksikan sebesar 124.000 ton bijih per hari. Pada kondisi normal tanpa kendala teknis, kapasitas penambangan PTFI dapat mencapai sekitar 200.000 ton bijih per hari.
Penurunan kapasitas kerja tersebut merupakan dampak dari peristiwa longsoran material basah yang melanda area tambang bawah tanah Grasberg Block Caving (GBC) pada September tahun lalu. Kondisi ini membuat perusahaan harus menyesuaikan laju penambangan sembari menjalankan tahapan pemulihan area terdampak.
Investor Dubai Incar Proyek Kilang Mini Rp5 Triliun di Jepara

Untuk mendukung monetisasi dan distribusi produk, penjualan komoditas emas dan produk sampingan PTFI ditopang oleh operasional fasilitas pemurnian logam berharga atau Precious Metal Refinery. Dari proses pemurnian tersebut, PTFI juga memproyeksikan perolehan produk lain yang meliputi 103 ton perak batangan, 1,4 juta ton asam sulfat, serta 900.000 ton terak tembaga (copper slag).
Tahapan Pemulihan Menuju Kapasitas Penuh
Manajemen PTFI memperkirakan volume penambangan akan meningkat secara bertahap seiring berjalannya proses pemulihan di area Grasberg Block Caving. Pada 2027, kapasitas penambangan ditargetkan terdongkrak menjadi 170.000 ton bijih per hari, yang diharapkan dapat mendorong produksi emas mencapai 31 ton.
Video, Daya Beli & Penjualan Anjlok, PHK Pilihan "Terakhir" Pengusaha

Operasional tambang diproyeksikan mendekati kapasitas optimal pada 2028 mendatang. Pada fase tersebut, pemulihan area GBC ditargetkan selesai sepenuhnya sehingga produksi emas tahunan PTFI berpotensi kembali menembus angka 39 hingga 40 ton.






