Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus mendorong pergeseran arah tata kelola pertambangan nasional agar tidak lagi bertumpu pada pola lama ekstraksi dan ekspor komoditas mentah semata. BUMN holding pertambangan tersebut kini berfokus mengarahkan seluruh potensi mineral dan batu bara domestik sebagai motor penggerak industrialisasi di dalam negeri.
Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika menyatakan bahwa kekayaan tambang nasional harus diposisikan sebagai fondasi penguatan industri manufaktur dan hilirisasi. Menurutnya, pemerintah memberikan penugasan khusus kepada MIND ID untuk mengawal pemanfaatan mineral agar pengelolaannya bernilai tambah tinggi dan tidak terhenti di tahap pengerukan saja.
"Pemerintah menugaskan MIND ID untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada proses ekstraksi," tutur Selly.
Pertamina Tambah Kapal Pasok BBM ke Makassar, Bawa 16 Ribu KL

Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. MIND ID menargetkan rantai pengolahan mineral dapat menghasilkan produk serta bahan baku berkualitas yang mampu menyuplai kebutuhan sektor industri manufaktur nasional secara langsung.
Di samping memperkuat ekosistem domestik, MIND ID juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pelaku industri global dan investor internasional. Kemitraan ini ditujukan guna mempercepat penguasaan teknologi pemrosesan mineral tingkat lanjut, sekaligus membuka akses rantai pasok dan penetrasi pasar ekspor bagi produk hilirisasi asal Indonesia.
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

Bagian dari mandat strategis MIND ID juga mencakup langkah pengambilalihan cadangan mineral dan batu bara strategis yang sebelumnya dikuasai pihak asing. Langkah penguasaan aset tersebut diproyeksikan untuk memastikan hasil eksploitasi sumber daya alam dapat dinikmati seoptimal mungkin demi kepentingan nasional.
Upaya percepatan industrialisasi ini ditopang oleh besarnya potensi cadangan alam Indonesia. Merujuk data Badan Geologi, Indonesia saat ini menguasai sekitar 42 persen cadangan nikel dunia dan tercatat memiliki cadangan timah terbesar di tingkat global. Selain itu, Indonesia juga menempati jajaran teratas pemilik cadangan bauksit, emas, tembaga, dan batu bara terbesar di dunia.






