Diskusi mengenai pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) kembali mengemuka dalam pertemuan Indonesia Business Forum yang diselenggarakan di Jakarta baru-baru ini. Pertemuan strategis tersebut menjadi wadah penting bagi para pemangku kebijakan dan pengamat ekonomi untuk merumuskan arah pengembangan pusat keuangan nasional secara mendalam. Di antara tokoh penting yang hadir dalam forum tersebut adalah Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto, serta Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian.
Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang instansi ini mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merancang PFII agar tidak sekadar menjadi wacana tanpa realisasi yang matang. Pembahasan dalam forum tersebut menyoroti tantangan nyata yang dihadapi Indonesia untuk dapat bersaing dengan pusat keuangan mapan dunia, salah satunya adalah Dubai. Melalui forum ini, para ahli memaparkan analisis mendalam mengenai prasyarat penting yang harus dipenuhi oleh pemerintah Indonesia di luar pemberian insentif pajak konvensional.








