berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Bank Swasta Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026

Bambang SetiawanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 04.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank Swasta Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Ketidakpastian ekonomi global dan kondisi likuiditas yang masih ketat telah mendorong sejumlah bank swasta di Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis mereka pada semester II 2026. Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, fokus utama industri perbankan tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan penyaluran kredit setinggi mungkin. Pendekatan yang kini diambil bergeser pada upaya menjaga kualitas aset, memperketat penyaluran kredit, serta memperkuat likuiditas dan permodalan. Pola kehati-hatian ini mulai terlihat dengan jelas dari laporan kinerja semester I 2026 yang dirilis oleh sejumlah bank swasta. Sebagian besar bank masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, namun ekspansi tersebut dilakukan secara jauh lebih selektif dengan mengedepankan kualitas portofolio dan pengelolaan risiko yang disiplin.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Salah satu contoh bank yang menerapkan prinsip kehati-hatian adalah PaninBank, yang mencatatkan kontraksi pada pertumbuhan kreditnya. Hingga semester I 2026, total kredit perseroan tercatat sebesar Rp 139,64 triliun, yang berarti mengalami penurunan sebesar 3,75 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Strategi penyesuaian portofolio juga diterapkan oleh PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC). Perseroan mengurangi penyaluran kredit pada segmen komersial dan korporasi guna memitigasi risiko. Sebagai gantinya, BNC meningkatkan pembiayaan pada segmen konsumer dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 6,68 persen menjadi Rp 5,8 triliun. Direktur Utama BNC Eri Budiono menyatakan bahwa perseroan kini lebih mengutamakan kualitas pertumbuhan dibandingkan sekadar mengejar ekspansi bisnis semata.

Baca Juga

Bank Indonesia Pastikan Kesiapan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi Merespons Kebijakan The Fed

Bank Indonesia Pastikan Kesiapan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi Merespons Kebijakan The Fed

Sementara itu, Permata Bank tetap menunjukkan kinerja ekspansi dengan membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,3 persen menjadi Rp 171,2 triliun. Meskipun kredit mengalami pertumbuhan, manajemen menegaskan bahwa ekspansi tersebut tetap dilakukan secara hati-hati. Hal ini tercermin secara langsung dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto yang berhasil dijaga pada level 2,1 persen. Selain itu, rasio loan at risk (LAR) Permata Bank juga menunjukkan tren yang membaik menjadi 5,9 persen. Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengungkapkan bahwa pencapaian kinerja pada semester I 2026 ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah berbagai perubahan kondisi ekonomi.

Pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian juga terlihat dengan jelas pada kinerja OCBC. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit OCBC tercatat tumbuh sebesar 11 persen menjadi Rp 185,3 triliun. Pencapaian kredit ini didukung secara solid oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang juga meningkat sebesar 11 persen. Walaupun volume kredit mengalami peningkatan, kualitas aset perbankan tetap terjaga dengan baik. Rasio NPL bruto OCBC tercatat berada di posisi 1,9 persen, sementara rasio LAR mengalami penurunan menjadi 4,8 persen. Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Baca Juga

Strategi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Moneter dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Strategi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Moneter dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kinerja positif yang sejalan dengan tren industri juga dibukukan oleh Danamon. Pada semester I 2026, Danamon mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan trade finance sebesar 12 persen, sehingga totalnya mencapai Rp 230,1 triliun. Pada periode yang sama, kualitas aset perseroan juga mengalami perbaikan yang terukur, di mana rasio LAR turun menjadi 7,8 persen. Angka tersebut mencerminkan perbaikan sebesar 263 basis poin jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki menyatakan bahwa perseroan merasa optimistis dapat mempertahankan laju pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini dengan terus menerapkan manajemen risiko yang pruden.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PerbankanKreditEkonomiOCBCPaninBankPermata Bank

Berita Terbaru Lainnya

Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan NasionalPanduan Mengikuti Skrining Ulang Massal bagi Dokter Internship Kemenkes pada Tahun 2026Membedah Modus Curanmor dan Hasil Operasi Berantas Jaya Polda Metro JayaPolisi Buru Debt Collector DPO Kasus Pembacokan Pesilat di SurabayaPutusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana PendidikanMembangun Sinergi Warga dan Polres Metro Jakarta Barat dalam Menjaga Keamanan LingkunganIti Octavia Jayabaya Kembali Pimpin DPD Partai Demokrat Banten Periode 2026-2031Sorotan Pakar Hukum Terhadap Putusan Pengadilan Kasus Pertamina Patra Niaga

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap