Memasuki pertengahan tahun 2025, dinamika penyediaan layanan komunikasi satelit di Indonesia mengalami perubahan arah yang cukup signifikan. Layanan internet berbasis satelit milik SpaceX, Starlink, kini dilaporkan telah menghentikan proses penerimaan pengguna baru di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan penutupan pendaftaran ini terpaksa diambil karena kapasitas layanan jaringan tersebut dinyatakan telah habis terjual di seluruh Nusantara.
Berdasarkan pengumuman di blog resmi perusahaan yang bertajuk "Catatan Penting untuk Pelanggan Baru di Indonesia", langkah penghentian ini diduga bertujuan untuk menjaga agar koneksi jaringan tetap optimal bagi pengguna lama. Selain tidak lagi menerima pelanggan baru, Starlink juga menangguhkan sementara proses aktivasi perangkat (kit) baru bagi pelanggan yang membeli melalui pengecer atau penjual pihak ketiga.
Pihak Starlink belum memberikan jadwal pasti mengenai kapan layanan dan kapasitas mereka siap untuk kembali menerima pengguna baru. Mereka hanya menegaskan bahwa timnya sedang bekerja sama dengan pihak lokal agar layanan bisa segera tersedia kembali. Calon pelanggan yang berminat masih dapat mendaftar ke dalam daftar tunggu dengan membayar sejumlah deposit, namun layanannya baru akan aktif setelah kapasitas jaringan memadai.
Prediksi Harga iPhone 18 dan iPhone 18 Pro di Indonesia

Di tengah penghentian pendaftaran pelanggan baru ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan telah memperpanjang hak labuh (landing right) bagi Starlink. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut memanfaatkan frekuensi E Band (71-76 GHz dan 81-86 GHz) yang memiliki kapasitas 5GB. Tambahan kapasitas ini difokuskan untuk mendukung sekitar tujuh hub yang sudah dibangun di Indonesia, sehingga penambahan pelanggan baru nantinya tidak akan mengganggu stabilitas jaringan.
Meski izin hak labuh diperpanjang, Komdigi memberikan syarat operasional yang sangat ketat, salah satunya adalah larangan keras terhadap penggunaan fitur jelajah (roaming). Perangkat Starlink diwajibkan hanya untuk penggunaan tetap di rumah. Wayan Toni menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan mencabut hak labuh Starlink jika ditemukan pelanggan yang menggunakan perangkat tersebut secara bergerak, seperti dipasang di dalam mobil.
Perpres Ojol, Tarif Makanan Jangan Ditentukan Tanpa Audit Biaya

Sebagai informasi, Starlink pertama kali beroperasi di Indonesia pada Mei 2024 melalui peluncuran di Denpasar, Bali, yang turut dihadiri oleh CEO SpaceX, Elon Musk. Kehadiran awal layanan internet satelit ini ditandai dengan kerja sama bersama Kementerian Kesehatan guna memperluas akses internet berkecepatan tinggi bagi fasilitas kesehatan di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.






