berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

SNLIK 2026, Literasi Keuangan Naik Menjadi 69,57 Persen dan Inklusi Capai 93,61 Persen

Ance RundenganDiterbitkan 11 Agu 2026 - 15.41 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
SNLIK 2026, Literasi Keuangan Naik Menjadi 69,57 Persen dan Inklusi Capai 93,61 Persen
Foto/Ilustrasi: Tempo
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Kegiatan pendataan lapangan untuk survei ini berlangsung sejak 26 Januari hingga 18 Februari 2026. Dengan melibatkan sampel sebanyak 74.025 rumah tangga yang tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di Indonesia, survei menyasar responden individu yang berada pada rentang usia 15 hingga 79 tahun.

Hasil survei menunjukkan perbaikan yang signifikan pada pemahaman dan akses keuangan masyarakat. Indeks literasi keuangan tercatat mencapai 69,57 persen, mengalami kenaikan sebesar 2,93 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 66,64 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan juga menunjukkan tren positif dengan merangkak naik ke posisi 93,61 persen dari angka 92,74 persen pada tahun 2025. Angka-angka ini bahkan telah melampaui target pembangunan nasional yang dicanangkan untuk tahun 2029 dalam RPJMN 2025-2029, yaitu sebesar 69,35 persen untuk literasi dan 93 persen untuk inklusi.

Data demografis memperlihatkan variasi capaian yang menarik di berbagai kelompok masyarakat. Kelompok perempuan mencatat indeks literasi sebesar 69,91 persen dan inklusi 93,73 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki yang berada pada angka 69,54 persen untuk literasi dan 93,49 persen untuk inklusi. Dari sisi usia, masyarakat berusia 26-35 tahun mencatatkan tingkat literasi keuangan tertinggi. Sementara berdasarkan status pekerjaan dan latar belakang pendidikan, kelompok pensiunan atau purnawirawan mencatatkan indeks literasi tertinggi sebesar 85,15 persen dan inklusi 99,55 persen, sedangkan lulusan perguruan tinggi mencatat literasi 93,46 persen dan inklusi 99,49 persen. Wilayah perkotaan masih mendominasi dengan tingkat literasi 72,54 persen dan inklusi 95,39 persen, dibandingkan perdesaan yang mencatat literasi 64,42 persen dan inklusi 90,39 persen. Secara spasial, Provinsi DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan literasi 84,01 persen dan inklusi 99,74 persen, sedangkan Papua Pegunungan berada di posisi terbawah dengan literasi 17,55 persen dan inklusi 71,38 persen.

Baca Juga

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Untuk memanfaatkan momentum perkembangan ini, Anda dapat mengukur sejauh mana posisi keuangan pribadi Anda dibandingkan dengan rata-rata nasional melalui langkah-langkah praktis berikut. Pertama, mulailah dengan mengidentifikasi tingkat inklusi keuangan pribadi. Pastikan Anda telah memiliki dan aktif menggunakan produk keuangan formal yang aman, seperti rekening tabungan, asuransi, atau investasi yang terdaftar resmi. Jika Anda sudah memiliki akses ini, berarti Anda telah berkontribusi pada angka inklusi nasional yang kini sudah melampaui 93 persen.

Langkah kedua adalah meningkatkan kualitas literasi keuangan Anda secara mandiri dengan memahami jaminan perlindungan konsumen. Berdasarkan data SNLIK 2026, meskipun 62,51 persen pemilik tabungan mengetahui bahwa simpanan mereka dijamin, baru 46,31 persen yang mengetahui keberadaan LPS sebagai lembaga penjaminnya. Lebih lanjut, hanya 12,47 persen pemilik asuransi non-BPJS yang menyadari bahwa polis mereka akan mulai dijamin oleh LPS pada tahun 2028. Memahami peran lembaga penjamin seperti LPS sangat penting agar Anda dapat menaruh dana dan memilih produk asuransi dengan rasa aman tanpa khawatir kehilangan aset.

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Langkah terakhir adalah memperkecil kesenjangan antara penggunaan produk (inklusi) dan pemahaman produk (literasi). Perbedaan indeks sebesar 24,04 persen antara inklusi dan literasi secara nasional menunjukkan bahwa banyak orang menggunakan produk keuangan tanpa memahami sepenuhnya manfaat dan risikonya. Anda dapat menghindari risiko ini dengan selalu membaca syarat dan ketentuan produk keuangan sebelum membeli, serta aktif memperbarui informasi mengenai regulasi keuangan terkini di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Inklusi KeuanganOtoritas Jasa Keuanganliterasi keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap