Konektivitas transportasi publik di DKI Jakarta kini telah menjangkau lebih dari 93 persen wilayah kota. Pemanfaatan jaringan transportasi terintegrasi ini juga mengalami kenaikan signifikan, dari yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebesar 23 persen, kini melonjak hingga di atas 31 persen. Di tengah perkembangan infrastruktur ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa penggunaan transportasi umum di Jakarta terus meningkat. Peningkatan ini tercatat pada berbagai moda, dengan pertumbuhan pengguna MRT Jakarta hampir mencapai 23 persen, peningkatan layanan TransJakarta hampir 15 persen, serta pertumbuhan pengguna LRT Jakarta yang berada di kisaran 12 persen.
Bagi warga yang beraktivitas sehari-hari di ibu kota, peningkatan konektivitas ini memberikan peluang besar untuk menghemat pengeluaran transportasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten menjaga keterjangkauan tarif transportasi publik agar tetap ramah di kantong masyarakat. Salah satu langkah nyata dalam menjaga keterjangkauan ini adalah pemberian akses transportasi umum secara gratis yang dialokasikan khusus untuk 15 golongan masyarakat. Jika Anda termasuk dalam salah satu kategori tersebut, Anda dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menunjang mobilitas harian tanpa harus memikirkan biaya perjalanan.
Rincian Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap di Persidangan

Selain tarif yang terjangkau, warga juga dapat memanfaatkan rute-rute khusus yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Bagi masyarakat yang sering berolahraga atau berekreasi saat hari bebas kendaraan bermotor (car free day), tersedia layanan shuttle bus TransJakarta rute Bunderan Senayan-Bunderan Symphony of The Sea Ancol (rute 15ST). Di sisi lain, peningkatan layanan juga menyasar wilayah kepulauan. Mulai tahun depan, Gubernur Pramono Anung telah memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan transportasi Kepulauan Seribu dari Dishub ke manajemen Trans-Jakarta guna mengoptimalkan konektivitas antarpulau.
Upaya mendorong penggunaan transportasi umum juga diterapkan di lingkungan internal pemerintahan. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diminta untuk menggunakan angkutan umum setiap hari Rabu. Selain sektor transportasi, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung juga fokus pada pengelolaan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Hingga Agustus 2026, program pilah sampah di Jakarta tercatat telah mencapai 23,14 persen. Keberhasilan pola kelola sampah "pilah-angkut-olah" ini bahkan mendorong pengamat tata kota Yayat Supriyatna untuk mendesak daerah penyangga Jabodetabek agar meniru pola yang diterapkan oleh DKI Jakarta tersebut.
Damkar Kabupaten Bangka Kewalahan Tangani Karhutla yang Mencapai 10 Laporan per Hari

Penegakan aturan kebersihan di Jakarta juga terus diperketat. Sebagai contoh, seorang pembuang sampah di Grogol Selatan didenda Rp500 ribu setelah video CCTV tindakannya menjadi viral. Bagi pihak swasta yang melanggar aturan pengelolaan sampah, sanksi tegas menanti mulai dari denda hingga penutupan usaha. Di samping isu lingkungan, perhatian pemerintah juga tertuju pada sektor olahraga dan sosial. Pramono Anung berkomitmen untuk menjadikan JIS sebagai kandang utama Persija Jakarta, dengan harapan klub tersebut dapat meraih gelar juara Super League sebagai kado ulang tahun ke-500 Jakarta pada tahun 2027 mendatang. Sementara itu, tantangan sosial juga masih membayangi, di mana Komnas Perempuan mencatat adanya 1.833 pengaduan kekerasan hingga Juni 2026, dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai wilayah yang mencatat kasus terbanyak.






