Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026, berbagai sekolah dari tingkat SD hingga SMA biasanya mulai bersiap menghias dinding sekolah mereka. Salah satu media yang paling populer digunakan untuk memeriahkan momen ini adalah majalah dinding atau mading bertema kemerdekaan. Mading sendiri merupakan wadah kumpulan karya siswa, mulai dari cerpen, puisi, hingga rubrik informatif lainnya. Agar siswa lain tertarik untuk membaca karya-karya tersebut, mading sengaja diberi hiasan yang menarik guna meningkatkan motivasi membaca mereka. Hal ini berbeda dengan papan informasi sekolah yang umumnya tidak diberi dekorasi dan hanya digunakan untuk menyampaikan pengumuman umum seperti info lomba atau pengumuman sekolah lainnya.
Sebelum mulai menghias, siswa perlu memahami cara buatnya serta perbedaan format desain yang akan digunakan. Secara umum, mading dapat dibuat dalam bentuk dua dimensi (2D) atau tiga dimensi (3D). Perbedaan mendasar di antara keduanya terletak pada desain, bahan yang digunakan, serta cara membuatnya. Mading 2D dirancang sedemikian rupa sehingga hanya bisa dilihat dari satu arah saja. Sementara itu, mading 3D memiliki bentuk yang lebih dinamis dan dapat dilihat dari segala arah. Untuk memperkuat tema kemerdekaan pada kedua jenis mading ini, siswa dapat memanfaatkan hiasan bernuansa merah dan putih yang senada dengan lambang negara Indonesia.
Terdapat berbagai ide tema menarik yang dapat diterapkan untuk mengisi rubrik dan dekorasi mading sekolah menjelang hari kemerdekaan.
Rincian Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap di Persidangan

Pertama, tema merah putih nasionalis yang berfokus pada penggunaan dekorasi dengan warna lambang negara Indonesia. Kedua, tema tips menjaga Nusantara di era modern yang berisi panduan bagi generasi muda untuk menjaga keutuhan bangsa. Ketiga, tema fakta sejarah tersembunyi yang menyajikan berbagai fakta kemerdekaan yang belum diketahui sebelumnya oleh banyak orang. Keempat, tema biografi tokoh pahlawan yang menampilkan profil dan kisah hidup tokoh penting sejak masa kecil hingga meraih kesuksesan demi memotivasi pembaca. Kelima, tema kutipan inspiratif yang memajang kutipan terkenal dari para tokoh bangsa seperti Soekarno dan Mohammad Hatta.
Keenam, tema sejarah lokal yang mengulas sejarah di sekitar lingkungan siswa, misalnya sejarah monumen lokal yang ada di daerah mereka. Ketujuh, tema dunia perfilman yang menggunakan dekorasi unik seperti rol film, kursi sutradara, papan adegan, hingga poster film bertema perjuangan. Kedelapan, tema kelestarian alam yang menyajikan tips menjaga lingkungan serta ulasan mengenai dampak buruk penggunaan plastik berlebihan bagi bumi. Kesembilan, tema sekolah hijau yang membahas bahan-bahan yang biasa ditemui di sekolah namun ternyata tidak ramah lingkungan. Kesepuluh, tema kekayaan budaya dan kuliner yang menyajikan artikel tentang kebudayaan unik serta makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Pramono Sebut Penggunaan Transportasi Umum di Jakarta Terus Meningkat, Ini Cara Memaksimalkan Rute dan Tarif Murah

Langkah praktis untuk membuatnya dimulai dengan menentukan tema dan format mading, apakah akan menggunakan bentuk 2D atau 3D. Setelah itu, kumpulkan karya-karya siswa seperti puisi, cerpen, atau artikel informatif yang sesuai dengan tema pilihan. Tempelkan karya-karya tersebut pada papan mading dengan tata letak yang rapi, lalu tambahkan hiasan pendukung seperti kertas merah putih, gambar tokoh, atau elemen dekoratif lainnya agar tampilannya semakin menarik minat baca warga sekolah.






