Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Namun, kendala ekonomi kerap menjadi hambatan bagi banyak keluarga di Indonesia. Sebagai upaya memberikan solusi nyata, kehadiran institusi seperti Sekolah Rakyat menjadi sangat penting. Tahun ini menandai satu tahun beroperasinya Sekolah Rakyat, sebuah langkah strategis yang telah membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Keberhasilan program pendidikan ini terlihat jelas dari ratusan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para siswanya di berbagai tingkat kompetisi, memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya rentan putus sekolah.
Pencapaian luar biasa selama satu tahun tersebut dirayakan bertepatan dengan kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Acara ini diselenggarakan di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Dalam kunjungan tersebut, Saifullah Yusuf turut didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap keberlanjutan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa selama satu tahun beroperasi, siswa Sekolah Rakyat telah menorehkan ratusan prestasi. Sepanjang tahun 2025, siswa Sekolah Rakyat telah membuktikan kemampuan mereka dengan meraih banyak penghargaan. Secara rinci, para siswa berhasil mendapatkan 4 prestasi di tingkat internasional serta 674 prestasi di tingkat nasional. Di tingkat yang lebih lokal, tercatat ada 71 prestasi tingkat regional dan 513 prestasi tingkat provinsi. Tidak berhenti di situ, capaian membanggakan juga terlihat dari 842 prestasi tingkat kabupaten atau kota, 89 prestasi tingkat kecamatan, dan 1.347 prestasi di tingkat sekolah. Angka-angka ini menjadi bukti nyata tingginya daya saing siswa Sekolah Rakyat.
Bocah 14 Tahun di Yogya Curi Rp 200 Ribu dari Kotak Infak, Takmir Masjid Maafkan

Selain merayakan prestasi, acara MPLS di Sekolah Rakyat Sukoharjo juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan bakat dari para siswa. Rangkaian pertunjukan tersebut meliputi baris variasi, pertunjukan silat, drama musikal, hingga penampilan paduan suara. Bakat literasi dan bahasa para siswa juga ditunjukkan melalui pembacaan puisi dan kemampuan berpidato. Salah satu momen yang menonjol adalah ketika seorang siswa membacakan puisi yang bertajuk "Dari Jamu Nguter dan Gamelan Wirun Kami Belajar". Kemampuan linguistik siswa semakin terlihat melalui sesi pidato yang dibawakan dalam empat bahasa, yaitu bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, dan bahasa Korea.
Dampak nyata dari kehadiran Sekolah Rakyat sangat dirasakan oleh keluarga-keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi. Salah satu contoh nyata adalah kisah Khustimah, seorang siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Sekolah Rakyat Sukoharjo. Khustimah adalah anak dari Mulyadi, seorang pria yang telah bekerja sebagai juru kunci makam sejak tahun 2002. Pendapatan bulanan Mulyadi hanya sebesar Rp350.000, dengan sesekali mendapat tambahan penghasilan dari para peziarah yang datang berkunjung. Akibat himpitan ekonomi tersebut, Khustimah sebelumnya sempat terpaksa berhenti bersekolah selama satu tahun. Untuk membantu perekonomian keluarga, ia bahkan terkadang ikut membantu ayahnya bekerja membersihkan area makam. Kini, melalui Sekolah Rakyat, ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.
BGN Perkuat Regulasi MBG, 4 Aturan Turunan Perpres soal Tata Kelola Disiapkan

Kisah keluarga Mulyadi merupakan representasi dari kelompok masyarakat rentan yang menjadi fokus perhatian pemerintah. Melalui program Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto berusaha menjangkau keluarga-keluarga dengan kondisi serupa agar anak-anak mereka tetap mendapatkan hak pendidikan. Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah, di mana Sukoharjo kini menjadi salah satu kabupaten yang memiliki fasilitas Sekolah Rakyat permanen. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo turut hadir dalam acara ini. Sinergi lintas sektor ini juga terlihat dari kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur.






