berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Teknologi

Satelit Lampung-1 Resmi Meluncur untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data

Fitri KaraengDiterbitkan 6 Agu 2026 - 18.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Satelit Lampung-1 Resmi Meluncur untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Rabu, 5 Agustus 2026 menjadi hari bersejarah bagi Provinsi Lampung dengan keberhasilan peluncuran satelit hiperspektral Lampung-1. Satelit ini meluncur ke angkasa dari wilayah perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok. Langkah ini menandai dimulainya era baru bagi pemerintah daerah dalam merancang dan mengeksekusi program pembangunan yang berbasis pada keakuratan data spasial serta teknologi antariksa.

Peluncuran satelit Lampung-1 dilakukan dengan menggunakan roket pembawa Smart Dragon-3. Misi luar angkasa ini terintegrasi dalam proyek OSE Hyperspectral Twin Satellites. Keberhasilan peluncuran tersebut disaksikan secara langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang hadir di lokasi peluncuran untuk memantau jalannya proses pelepasan roket pembawa satelit tersebut ke orbit bumi. Kehadiran pemimpin daerah ini menegaskan komitmen Lampung dalam mengadopsi teknologi tinggi guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Proyek pengadaan satelit ini merupakan bagian dari realisasi kerja sama hubungan provinsi kembar (sister province) antara Provinsi Lampung dan Provinsi Shandong. Hubungan bilateral di tingkat regional ini telah mulai dirintis dan dikembangkan sejak tahun 2025. Kerja sama lintas batas ini memiliki cakupan yang sangat luas, meliputi sektor pertanian modern, penerapan teknologi terbaru, peningkatan investasi, perluasan perdagangan, pembangunan infrastruktur fisik, hingga program pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kedua wilayah.

Satu hal yang menarik dari proyek teknologi tinggi ini adalah aspek pembiayaannya yang tidak membebani keuangan daerah. Pembangunan hingga peluncuran satelit Lampung-1 dipastikan sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung. Seluruh proses pembangunan fisik satelit, kepemilikan aset, pengoperasian di orbit, hingga tanggung jawab teknis sepenuhnya dipegang oleh perusahaan kedirgantaraan STAR.VISION Aerospace. Model kerja sama ini menjadi contoh bagaimana daerah bisa mendapatkan akses teknologi canggih tanpa harus menguras anggaran publik.

Baca Juga

Menilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan Keluarga

Menilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan Keluarga

Secara fungsional, Lampung-1 dikembangkan sebagai satelit hiperspektral yang memiliki keunggulan tersendiri dibanding satelit pencitraan biasa. Satelit ini dilengkapi dengan kemampuan kecerdasan artifisial (AI) terintegrasi yang berfungsi untuk melakukan pemrosesan awal data langsung di orbit sebelum dikirimkan ke bumi. Dengan adanya AI di dalam sistem satelit, data mentah yang ditangkap oleh sensor hiperspektral dapat disaring dan diolah terlebih dahulu secara otomatis, sehingga mempercepat proses analisis data ketika sampai di stasiun penerima di bumi.

Untuk mengimplementasikan pemanfaatan data satelit ini di Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung menjalin kolaborasi erat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini sangat strategis mengingat BRIN merupakan lembaga nasional yang memiliki mandat resmi serta kompetensi mendalam di bidang keantariksaan, penginderaan jauh, kegiatan riset, serta pengembangan teknologi. Melalui kemitraan ini, data mentah dari satelit Lampung-1 akan diolah menjadi informasi geografis yang berguna bagi pengambilan keputusan.

Pada tahap awal operasionalnya, sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pemanfaatan data satelit ini. Komoditas singkong telah dimasukkan ke dalam daftar eksplorasi awal untuk sektor prioritas yang dipantau oleh Lampung-1. Melalui pemantauan berbasis satelit hiperspektral ini, pemerintah daerah dan para peneliti dapat memetakan luas lahan tanaman singkong secara presisi, memantau tingkat kesuburan tanah, mendeteksi kesehatan tanaman, hingga memprediksi hasil panen secara lebih akurat demi mendukung ketahanan pangan daerah.

Baca Juga

Daniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga Roda

Daniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga Roda

Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan perencanaan wilayah, proyek satelit Lampung-1 juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia lokal. Selama proses pengerjaannya, STAR.VISION memberikan kesempatan belajar yang berharga bagi berbagai kalangan dari Indonesia. Kesempatan untuk menimba ilmu di lingkungan kerja STAR.VISION ini diberikan kepada sejumlah pelajar, talenta muda Indonesia, personel dari BRIN, staf dari perusahaan BUMN Telkom, serta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Keterlibatan tenaga ahli asal Indonesia juga menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi satelit ini. STAR.VISION melibatkan secara aktif para insinyur dari Indonesia, termasuk di antaranya adalah para lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk ikut serta merancang teknologi dan merumuskan solusi satelit yang diterapkan pada Lampung-1. Keterlibatan aktif para insinyur lokal ini membuktikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki kapasitas yang diakui secara internasional dalam industri teknologi antariksa.

Dengan mengorbitnya satelit Lampung-1, Provinsi Lampung kini memiliki instrumen baru untuk mengoptimalkan pembangunan daerahnya. Integrasi teknologi kecerdasan artifisial di luar angkasa, dukungan riset dari BRIN, serta keterlibatan aktif para insinyur dan aparatur daerah diharapkan mampu mewujudkan tata kelola wilayah yang lebih efisien dan berbasis pada data yang akurat.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BRINTeknologiLampungLampung-1Satelit

Berita Terbaru Lainnya

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 TriliunMenilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan KeluargaLangkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangUsulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari PemerintahDaniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga RodaKlarifikasi RS Pusri Palembang Terkait Komentar Dokter Tamara Dewi Jasmine di Media SosialInstruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS Kesehatan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap