Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengumumkan penetapan tarif bagi layanan bus Transjabodetabek yang melayani rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta atau yang dikenal dengan rute SH2. Berdasarkan kebijakan terbaru dari pemerintah daerah tersebut, tarif perjalanan untuk rute angkutan umum ini ditetapkan sebesar Rp 15.000 untuk sekali jalan. Ketentuan tarif ini akan mulai diberlakukan secara efektif sejak tanggal 1 September 2026. Ketetapan tarif angkutan ini tertuang secara formal dalam Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026 mengenai Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan bahwa nominal Rp 15.000 ini merupakan hasil penetapan resmi setelah melewati masa uji coba operasional yang matang oleh pihak Pemprov DKI Jakarta, bukan merupakan sebuah kebijakan kenaikan tarif secara sepihak.
Bagi masyarakat umum serta para pekerja yang setiap harinya beraktivitas di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, kehadiran rute langsung SH2 ini menjadi solusi transportasi yang sangat praktis untuk digunakan sehari-hari. Untuk menikmati fasilitas angkutan umum ini, penumpang dapat langsung menaiki bus dari beberapa titik pemberhentian yang dilalui. Sebagai contoh langkah perjalanan, Anda dapat langsung naik dari halte Gelora Bung Karno (GBK) menuju Bandara Soekarno-Hatta tanpa perlu melakukan transit atau berganti bus di halte lain. Akses langsung tanpa transit ini tentu memberikan kenyamanan ekstra bagi para penumpang dan mampu menghemat waktu perjalanan secara signifikan jika dibandingkan dengan metode perjalanan sebelumnya yang mengharuskan perpindahan armada.
WN Malaysia Tewas Saat Diving di Nusa Penida, Diduga Karena Henti Napas

Sebelum adanya rute langsung Transjabodetabek SH2 dengan tarif resmi ini, perjalanan menuju kawasan bandara sering kali membutuhkan usaha yang lebih besar dan waktu tempuh yang lebih panjang. Sebagai contoh kasus pengalaman penumpang, seorang pekerja berusia 24 tahun bernama Boy yang beraktivitas di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, sebelumnya harus menggunakan rute transit yang cukup panjang. Ia harus menaiki bus TransJakarta dengan kode rute 3F dari halte GBK terlebih dahulu untuk menuju ke halte Kalideres. Setelah sampai di kawasan Kalideres, ia masih harus menyambung perjalanan dengan menaiki bus lain agar bisa sampai ke area bandara. Perjalanan yang mengharuskan transit tersebut memang hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 7.000 untuk sekali jalan, namun menuntut tenaga ekstra karena penumpang harus berpindah-pindah armada angkutan umum di tengah perjalanan.
Dengan diberlakukannya tarif baru sebesar Rp 15.000, layanan Transjabodetabek rute SH2 ini menawarkan alternatif yang jauh lebih ekonomis dibandingkan moda transportasi bandara lainnya yang tersedia saat ini. Sebagai perbandingan biaya transportasi, perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan bus layanan Damri dapat memakan biaya hingga mencapai Rp 50.000 untuk sekali jalan. Dengan selisih harga yang cukup jauh tersebut, beralih ke bus Transjabodetabek rute SH2 dapat memangkas pengeluaran harian penumpang secara drastis. Selain menghemat biaya transportasi, pilihan menggunakan armada bus ini juga menjadi solusi logis bagi para pekerja yang ingin menghindari kelelahan fisik atau gempor akibat mengendarai sepeda motor sendiri ke kawasan bandara, terutama dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah Jakarta.
DPD Sahkan Pertimbangan RUU APBN 2027, Usulkan TKD Rp 760 Triliun

Untuk memastikan perjalanan Anda dengan bus Transjabodetabek rute SH2 ini berjalan lancar dan nyaman setiap harinya, Anda juga perlu memperhatikan pola kepadatan penumpang pada waktu-waktu tertentu. Berdasarkan pengalaman dari pengguna layanan harian, terdapat perbedaan tingkat kepadatan yang cukup kontras tergantung pada arah perjalanan bus tersebut. Armada bus pada rute ini biasanya akan sangat padat dan terisi penuh oleh penumpang ketika sedang menempuh rute dari arah Bandara Soekarno-Hatta menuju Blok M. Sebaliknya, jika Anda melakukan perjalanan dari arah Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta, kondisi di dalam bus terkadang tidak terlalu ramai dan cenderung lebih lengang. Dengan memahami dinamika kepadatan penumpang ini, Anda dapat merencanakan waktu keberangkatan dengan lebih baik untuk mendapatkan tempat duduk dan menghindari penumpukan penumpang di dalam armada bus.






