Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.679 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (3/9) sore. Mata uang Garuda berhasil menguat sebesar 84 poin atau terapresiasi 0,47 persen dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sesi sebelumnya.
Faktor Pendorong Penguatan Rupiah
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah ditutup menguat cukup tajam terhadap dolar AS seiring dengan melemahnya mata uang Negeri Paman Sam di pasar global. Pelemahan dolar AS tersebut dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan serta pernyataan bernada dovish dari pejabat The Fed, William.
BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 T di 2027, Targetkan 72,4 Juta Penerima

Dari sisi internal, sentimen domestik turut memberikan dorongan positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah. Hal ini terjadi menyusul pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, yang dinilai memperkuat keyakinan dan kepercayaan pasar terhadap independensi bank sentral Indonesia.
Pergerakan Mata Uang Asia dan Negara Maju
Penguatan rupiah sore ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga perkasa terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin penguatan di kawasan Asia dengan kenaikan terbesar mencapai 1,30 persen. Selain yen, dolar Singapura juga menguat 0,20 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,11 persen, peso Filipina naik 0,06 persen, yuan China menguat 0,03 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen. Di tengah tren penguatan mata uang regional tersebut, ringgit Malaysia tercatat bergerak melemah tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.
BYD Siapkan Investasi Baterai di Indonesia, Targetkan TKDN 60 Persen pada 2027

Kondisi serupa terjadi di pasar mata uang negara maju, di mana dolar AS turut tertekan oleh sejumlah mata uang utama lainnya. Franc Swiss tercatat memimpin dengan penguatan sebesar 0,52 persen, disusul dolar Kanada yang naik 0,27 persen. Sementara itu, euro menguat 0,19 persen, dolar Australia terangkat 0,19 persen, dan poundsterling Inggris naik sebesar 0,12 persen terhadap dolar AS.






