Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Program Pangan Dunia (WFP) terpaksa memangkas separuh bantuan pangan bagi warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. Langkah ini diambil menyusul krisis pendanaan yang dialami badan tersebut, di tengah eskalasi kebutuhan kemanusiaan warga setempat akibat kekerasan pemukim serta operasi militer Israel.
Kebijakan pemotongan anggaran ini memangkas cakupan penerima manfaat secara signifikan. WFP, yang sebelumnya rutin menyalurkan pasokan makanan, voucer, hingga bantuan tunai kepada sekitar 400.000 warga di Tepi Barat鈥攖erutama komunitas di kawasan pedesaan dan wilayah selatan seperti Hebron鈥攌ini hanya mampu mencakup sekitar 200.000 orang mulai bulan ini.
Direktur WFP untuk Palestina, Shaun Hughes, menyampaikan dalam konferensi pers di Jenewa bahwa situasi di lapangan sebenarnya menuntut penambahan suplai logistik, bukan pemangkasan. Pembatasan pergerakan yang ketat, penghancuran bangunan, serta penggusuran yang meluas dinilai telah merusak sumber penghidupan masyarakat lokal sekaligus memperparah kerawanan pangan.
ESDM Bongkar Praktik Kilang dan Jalur Distribusi Solar Ilegal di Sejumlah Daerah

Pekerja kemanusiaan mencatat bahwa situasi di Tepi Barat selama ini lebih sering diklasifikasikan sebagai krisis hak asasi manusia yang memburuk akibat tekanan terhadap penduduk, bukan krisis pangan murni. Tekanan tersebut kian intensif seiring meningkatnya aksi kekerasan serta perampasan lahan dan sumber air oleh pemukim Yahudi selama hampir tiga tahun terakhir sejak Oktober 2023. Lembaga-lembaga PBB dan mayoritas komunitas internasional memandang permukiman Israel di wilayah pendudukan melanggar hukum internasional, kendati Israel mengklaim kawasan tersebut sebagai wilayah sengketa.
Di sisi lain, aliran dana dari sejumlah donor utama negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, mengalami penurunan tajam sejak tahun lalu lantaran adanya pergeseran prioritas anggaran ke sektor domestik dan pertahanan masing-masing negara.
DPR Minta BPS Tuntaskan Perbaikan Data Desil dalam Waktu Dua Minggu

Keterbatasan anggaran ini tidak hanya berdampak di Tepi Barat, tetapi juga membayangi kelangsungan operasional WFP di Jalur Gaza, tempat sekitar 1,5 juta warga bergantung pada bantuan pangan dari badan tersebut. WFP memperingatkan bahwa pemotongan bantuan lanjutan bakal sulit dihindari apabila komitmen pendanaan baru tidak segera terealisasi.






