Pemerintah tengah mematangkan rencana pembatasan pembelian Pertalite subsidi guna memastikan anggaran negara disalurkan tepat sasaran. Melalui skema yang sedang disiapkan, jenis kendaraan yang digunakan konsumen akan dijadikan indikator utama untuk memetakan tingkat kesejahteraan atau desil ekonomi pemiliknya.
Mengapa pemerintah merencanakan pembatasan pembelian Pertalite subsidi? Langkah pengetatan ini diambil karena kelompok masyarakat berekonomi mampu dinilai tidak berhak menikmati bahan bakar bersubsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa subsidi seharusnya dialokasikan bagi pihak yang berhak menerimanya. Di sisi lain, beban subsidi energi pada rancangan APBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp 272,9 triliun, melonjak sekitar 20,1 persen dibandingkan proyeksi tahun berjalan sebesar Rp 227,25 triliun. Dari rancangan tersebut, alokasi subsidi BBM tercatat sebesar Rp 28,7 triliun, subsidi LPG 3 kg sebesar Rp 114,1 triliun, dan subsidi listrik mencapai Rp 130,1 triliun.
5 Fakta 14 Juta Jiwa Selamat Berkat Kapal 2,6 Ton Narkoba Cair Disergap

Siapa sasaran kelompok yang akan dibatasi? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pembatasan ditargetkan bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10. Pada tahap awal, kebijakan tidak langsung menyasar kedua kelompok tersebut, melainkan diterapkan terlebih dahulu kepada masyarakat di desil 10. Berdasarkan klasifikasi Badan Pusat Statistik (BPS), desil diukur dari skala 1 sampai 10 dengan indikator berupa pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, dan kepemilikan aset. Kelompok desil 9 mencakup keluarga di rentang 81–90 persen dalam distribusi kesejahteraan, sedangkan desil 10 mencerminkan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Bagaimana mekanisme penentuan dan dampak penghematannya? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan jenis kendaraan dipilih karena mencerminkan kelompok desil pemiliknya, meski rincian aturannya masih terus dibahas. Penerapan bertahap ini dimungkinkan karena sistem milik PT Pertamina dinilai telah memadai untuk mendukung teknis operasional di lapangan. Berdasarkan perhitungan sementara pemerintah, pembatasan Pertalite untuk kelompok desil 10 diperkirakan mampu menghemat anggaran subsidi sekitar 10 persen.
KPK Tetapkan Rektor dan Wakil Rektor Unsoed Tersangka Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Kedokteran

Bagaimana aturan pembelian saat ini dan kapan kebijakan baru mulai berlaku? Selama proses kajian masih berlangsung, mekanisme penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan seperti biasa. Ketentuan yang berlaku saat ini membatasi pembelian BBM bagi kendaraan biasa sebesar 50 liter per hari, sementara kendaraan bus dan truk memperoleh kuota hingga 200 liter per hari. Pelaksanaan pembatasan baru ini direncanakan bergulir dalam beberapa bulan ke depan sebelum pergantian tahun.






