Penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di sepak bola profesional Indonesia menandai babak baru dalam tata kelola pertandingan Liga 1. Langkah ini diambil guna mengatasi deretan keputusan kontroversial yang sebelumnya kerap terjadi di setiap pekan dan berpotensi mengubah hasil akhir laga, menyusul langkah liga-liga besar Eropa serta turnamen global yang telah bertahun-tahun mengadopsi sistem serupa.
Kronologi dan Uji Coba Penerapan VAR di Liga 1
Sebelum resmi diterapkan penuh pada kompetisi reguler Liga 1, sistem peninjauan berbasis video ini melewati sejumlah tahapan persiapan teknis dan sertifikasi:
- Maret 2024: Uji coba resmi terakhir dilaksanakan di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Program ini melibatkan 13 wasit VAR, 22 asisten wasit VAR, serta 18 Replay Operator (RO).
- Evaluasi FIFA: Instruktur wasit FIFA asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Saleh, menyatakan uji coba di Tangerang berjalan lancar dan memenuhi standar operasional.
- Championship Series Liga 1 2023/2024: VAR menjalani debut kompetitif perdananya dalam delapan pertandingan babak Championship Series.
- Penerapan Penuh: Berangkat dari kelancaran babak Championship Series, penggunaan VAR diperluas ke seluruh rangkaian kompetisi dengan format kompetisi penuh, mencakup pertandingan dari pekan pertama hingga pekan terakhir musim berjalan.
Istilah Pokok dan Lingkup Peninjauan VAR
Dalam kerangka regulasi pertandingan Liga 1 Indonesia, pengoperasian teknologi VAR memiliki batas intervensi yang ketat pada sejumlah situasi krusial:






