Pelaksanaan program pengalihan kendaraan berbahan bakar minyak ke tenaga baterai terus berjalan di bawah kerangka regulasi konversi kendaraan listrik Kementerian ESDM. Upaya ini dirancang untuk mendorong dekarbonisasi sektor transportasi serta mempercepat ekosistem elektrifikasi nasional melalui kerja sama manufaktur, bengkel, dan riset lintas institusi di Indonesia.
Dalam perkembangannya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kolaborasi dengan pabrikan asal Jepang, Musashi. Perusahaan yang merupakan anak usaha Honda sekaligus produsen komponen suku cadang di Indonesia ini digandeng untuk mengonversi sebanyak 100 unit sepeda motor Honda keluaran lama menjadi kendaraan bertenaga baterai murni.
Realisasi dan Tren Konversi Sepeda Motor di Indonesia
Catatan implementasi program konversi nasional menunjukkan pertumbuhan yang belum sepenuhnya merata. Berdasarkan data periode 2021 hingga 2026, akumulasi sepeda motor berbahan bakar bensin yang berhasil dikonversi menjadi motor listrik di Indonesia mencapai 2.278 unit.
Tahun 2024 tercatat sebagai periode dengan capaian tahunan tertinggi, yakni sebanyak 1.352 unit motor hasil konversi. Lonjakan angka pada tahun 2024 tersebut didorong oleh momentum penyaluran insentif subsidi pemerintah sebesar Rp 10 juta per unit sebelum program subsidi tersebut berakhir.
Mekanisme Kebijakan Penetapan Upah Minimum Provinsi UMP Kementerian Ketenagakerjaan

Tantangan Standardisasi dan Dinamika Pasar di Lapangan
Meskipun konversi terus didorong, penerimaan masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala mendasar. Faktor rendahnya kesadaran, keterbatasan finansial, serta kekhawatiran terkait legalitas dan administrasi surat-surat kendaraan masih menjadi penghambat minat calon pengguna.
Di tingkat operasional, para pengemudi transportasi daring seperti mitra Grab, Gojek, dan inDrive menyoroti keraguan terhadap performa teknis mesin listrik, khususnya terkait kemampuan daya jelajah saat melintasi rute tanjakan. Masalah lain yang muncul adalah ketiadaan standardisasi mutlak untuk pengisian daya motor listrik, berbeda dengan mobil listrik yang lebih terstandarisasi. Colokan pengisi daya motor listrik masih bervariasi jenisnya dan pasar terpecah antara metode colok (plug-in) serta skema tukar baterai (battery swapping).
Selain aspek teknis, depresiasi nilai aset juga mempengaruhi preferensi kepemilikan. Harga jual kembali motor listrik hasil konversi dinilai relatif belum stabil jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional bermesin pembakaran internal (ICE), sehingga masyarakat masih bersikap hati-hati dalam berinvestasi.
Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Dasar IKN Nusantara dan Progres Fasilitas KIPP

Pengembangan Riset dan Prototipe Operasional di Jakarta
Di samping segmen kendaraan harian masyarakat, inovasi konversi juga diuji coba pada armada penunjang dinas. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memamerkan tujuh unit prototipe kendaraan operasional yang berhasil dialihkan dari mesin BBM ke tenaga listrik baterai. Unit yang ditampilkan terdiri atas dua unit kendaraan roda empat tipe double cabin serta lima unit sepeda motor roda dua model naked sport.
Pengembangan prototipe ini melibatkan sinergi riset antarlembaga negara. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berfokus pada perancangan sistem propulsi mandiri yang meliputi motor listrik, paket baterai (battery pack), sistem pengisi daya (charger), konverter DC-DC, dan Battery Management System (BMS), hingga inovasi komponen kelistrikan pendukung seperti power steering dan power braking. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek) memfokuskan peran pada riset teknologi baterai serta pengembangan kurikulum vokasi industri kendaraan listrik.
Pelaksanaan teknis rancang bangun tersebut dijalankan oleh para perekayasa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri yang memiliki keahlian di bidang metalurgi, elektronika, mesin, dan transportasi. Tim riset ini menggandeng mitra industri lokal, meliputi PT Lentera Bumi Nusantara, CV Hidtech Group, PT Braja Elektrik Motor, dan CV E-Clont Energy.






