Pembangunan infrastruktur dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mencatatkan kemajuan fisik dan penyediaan fasilitas pendukung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Progres tata air mencatat sebanyak 32 embung telah selesai dibangun dan berfungsi operasional, sementara pengerjaan 24 embung tambahan dimulai pada 2026 untuk menggenapkan target 54 tampungan air pengendali dan penunjang lanskap estetika kota.
Kawasan IKN yang berlokasi di pesisir timur Pulau Kalimantan, Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur, dipayungi dasar hukum Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022. Wilayah ini mencakup daratan seluas kurang lebih 256.142 hektare serta perairan laut seluas 68.189 hektare. Pengelolaan dan eksekusi konstruksi kawasan terus dikoordinasikan secara bertahap oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama kementerian teknis terkait.
Bagaimana Rincian Anggaran Pembangunan Infrastruktur Dasar IKN?
Penyediaan sarana utama kawasan ditopang oleh anggaran pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengalokasikan dana dukungan infrastruktur dasar IKN tahun 2024 sebesar Rp11,44 triliun. Pos pembiayaan tersebut didistribusikan ke empat sektor operasional utama:
Kebijakan Tarif PPN 12 Persen Kementerian Keuangan Dibatasi Khusus Barang Mewah

- Bangunan Gedung (Rp7,91 triliun): Menjadi porsi pembiayaan terbesar yang mencakup pendirian Gedung Pusat Pemerintahan I dan II, kompleks kantor untuk empat Kementerian Koordinator, kompleks perkantoran Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), serta Masjid Negara.
- Sanitasi Kawasan (Rp1,61 triliun): Difokuskan pada instalasi pengolahan limbah dan kebersihan, meliputi pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 1, 2, dan 3 KIPP serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 KIPP IKN.
- Penataan Kawasan (Rp1,06 triliun): Meliputi proyek Sumbu Kebangsaan Tahap II, Sumbu Tripraja, Kawasan Beranda Nusantara, lanskap IKN, dan jaringan proteksi kebakaran di KIPP.
- Air Minum (Rp800 miliar): Dialokasikan untuk pembangunan Prasarana Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA), Jaringan Distribusi Utama (JDU), Jaringan Distribusi Pembagi (JDP) SPAM Sepaku Tahap II, serta Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku Semoi.
Bagaimana Kemajuan Pengelolaan Air Baku dan Embung di IKN?
Ketersediaan air untuk fungsi ekologis dan utilitas harian menjadi salah satu fokus fisik yang telah beroperasi. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mencatat bahwa 32 embung yang rampung kini difungsikan secara aktif, salah satunya untuk menyuplai kebutuhan penyiraman vegetasi dan pemeliharaan lanskap hijau ibu kota.
Memasuki tahun 2026, pembangunan 24 embung baru mulai berjalan. Konstruksi tambahan ini dirancang untuk melengkapi kapasitas tangkapan air alami sekaligus memperkuat estetika visual kota di sekeliling area pusat pemerintahan. Di samping embung, interkoneksi jaringan pengolahan air bersih dari IPA Sepaku Semoi dan SPAM Sepaku Tahap II disiapkan untuk menjamin suplai jaringan pipa distribusi utama ke berbagai klaster perkantoran.
Apa Saja Fasilitas Strategis yang Ditinjau Pemimpin Negara?
Kesiapan fasilitas IKN terus dipantau secara berkala melalui rangkaian peninjauan lapangan oleh pejabat pemerintahan pusat. Presiden Prabowo Subianto tiba di IKN pada Senin sore, 12 Januari 2026, guna meninjau perkembangan kawasan, termasuk fasilitas pendidikan SMA Taruna Nusantara Kampus IKN yang didirikan sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan pendidikan kepemimpinan.
Evaluasi dan Pengembangan Program Makan Bergizi Gratis di Berbagai Wilayah Indonesia

Peninjauan infrastruktur juga dilakukan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. Koordinasi di kantor Sekretariat Kabinet RI di Jakarta dilanjutkan dengan inspeksi malam hari di sejumlah titik sentral KIPP, antara lain kompleks Istana Negara, Paviliun Presiden, Kantor Sekretariat Negara, dan Kantor Sekretariat Kabinet.
Evaluasi berkala terhadap proyek strategis berlanjut hingga paruh kedua tahun tersebut. Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2019–2024 Suharso Monoarfa turut melakukan kunjungan kerja ke KIPP Nusantara pada Kamis, 20 Agustus 2026, yang mencakup pemeriksaan langsung terhadap keberlanjutan proyek sarana pendukung termasuk kompleks SMA Taruna Nusantara Kampus IKN.






