berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Ekonomi

Raksasa Migas Catat Keuntungan Besar di Tengah Konflik, Picu Kritik Donald Trump

Usat BalangDiterbitkan 10 Agu 2026 - 20.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Raksasa Migas Catat Keuntungan Besar di Tengah Konflik, Picu Kritik Donald Trump
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ketegangan geopolitik global kembali melambungkan pundi-pundi korporasi energi dunia. Sepanjang kuartal kedua tahun 2026, lima raksasa minyak dan gas (migas) global berhasil membukukan keuntungan fantastis di tengah gejolak konflik internasional. Namun, lonjakan laba ini justru memicu ketegangan politik baru di Amerika Serikat, di mana Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan harga yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Pemicu utama dari lonjakan keuntungan ini adalah kenaikan harga bahan bakar yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini membuat lima perusahaan migas raksasa, yaitu Exxon Mobil, Chevron, BP, Shell, dan TotalEnergies, mengumpulkan keuntungan gabungan sekitar US$48 miliar atau setara Rp854,4 triliun pada kuartal II-2026. Tidak hanya itu, kelima supermajor ini mengantongi aliran kas masuk hingga hampir US$90 miliar atau sekitar Rp1.602 triliun selama periode April hingga Juni 2026. Angka perolehan kas ini bahkan melampaui rekor yang pernah tercatat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada awal tahun 2022.
Baca Juga

Mengenal Tahapan Pembangunan dan Progres Proyek Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei

Mengenal Tahapan Pembangunan dan Progres Proyek Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei

Kondisi ini memicu reaksi keras dari Donald Trump. Mantan Presiden AS tersebut mengecam ExxonMobil dan Chevron karena dinilai menghasilkan terlalu banyak uang dari kenaikan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Iran. Trump mendesak agar perusahaan-perusahaan migas ini segera menurunkan harga jual di tingkat konsumen demi meringankan beban masyarakat. Namun, desakan politik tersebut tidak serta-merta mengubah haluan bisnis para raksasa migas. Clark Williams-Derry, seorang analis keuangan energi dari IEEFA, memaparkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak langsung menyalurkan dana segar mereka untuk mendongkrak volume produksi minyak dan gas sebagaimana yang didorong oleh Trump.

Alih-alih menggenjot produksi secara agresif, mayoritas raksasa migas memilih strategi keuangan yang lebih konservatif untuk memperkuat fundamental internal mereka. Belanja modal, pembagian dividen, serta program pembelian kembali saham dipertahankan pada tingkat yang relatif stabil. Sebagian besar arus kas justru dialokasikan untuk memperkokoh neraca keuangan, terutama dengan menimbun cadangan kas dan melunasi utang. Dalam kurun waktu tiga bulan saja, cadangan kas kolektif dari kelima raksasa migas tersebut melonjak sekitar US$17 miliar atau setara Rp302,6 triliun. CEO Shell, Wael Sawan, bahkan menyebut bahwa ketidakpastian dan volatilitas pasar saat ini telah menjadi normal baru yang harus dihadapi industri. Sementara itu, CEO BP Meg O'Neill menjelaskan bahwa perusahaan berupaya meningkatkan keandalan aset produksi dan operasional kilang, termasuk menyesuaikan operasi penyulingan demi menjamin pasokan produk yang paling dibutuhkan konsumen, seperti bahan bakar jet dan diesel.

Baca Juga

Bidik Pasar Properti Australia, Pengusaha RI Ini Beberkan Alasannya

Bidik Pasar Properti Australia, Pengusaha RI Ini Beberkan Alasannya

Perkembangan situasi ini memicu perdebatan mengenai langkah antisipasi ke depan. Di satu sisi, kelompok pemerhati lingkungan mulai menyuarakan dorongan untuk menerapkan windfall tax atau pajak atas keuntungan tidak terduga. Dana dari pajak tambahan ini rencananya diusulkan untuk mendanai pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim. Di sisi lain, wacana regulasi pajak baru ini langsung mendapat penolakan keras dari pelaku industri. American Petroleum Institute (API) menyatakan keberatan terhadap usulan windfall tax tersebut dengan menilai bahwa kebijakan itu justru berisiko menghambat investasi energi jangka panjang.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpEnergiEkonomi GlobalMigas

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Siapkan 3 Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Tak Ada yang DirumahkanPemerintah Siapkan Insentif Pajak untuk Dukung Peluncuran ETF Emas di Pasar ModalKementerian ATR/BPN Libatkan Tim Ekspedisi Patriot untuk Percepat Penyelesaian Masalah Tanah TransmigrasiCara Beli dan Daftar Harga Tiket Dewata Challenge Series 2026BEI Luncurkan ETF Emas, Pegadaian Jadi Penyedia Underlying AssetMengenal Tahapan Pembangunan dan Progres Proyek Pipa Gas Dumai-Sei MangkeiBerkas Perkara Korupsi Tiga Mantan Pejabat Perumda BPR Bank Cirebon Siap Dilimpahkan ke PengadilanEmpat ABK KM Samudra Jaya Kelautan yang Hilang Kontak Ditemukan Selamat di Malaysia

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026