Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berkomitmen penuh dalam mempercepat penyelesaian berbagai macam persoalan pertanahan yang terjadi di kawasan transmigrasi di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai salah satu langkah nyata untuk mewujudkan komitmen tersebut, Kementerian ATR/BPN secara resmi melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Pelibatan tim ini ditujukan untuk membantu memetakan serta mengurai akar permasalahan pertanahan yang selama ini dihadapi oleh para transmigran di lapangan. Kegiatan pelepasan resmi bagi Tim Ekspedisi Patriot 2026 tersebut dilaksanakan di Balai Kartini, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Persoalan mengenai pertanahan di wilayah transmigrasi di tanah air memang dikenal memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Kompleksitas ini terjadi bukan tanpa sebab, melainkan dipengaruhi secara mendalam oleh riwayat penguasaan tanah yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kawasan tersebut. Untuk mengatasi tantangan yang rumit ini, Kementerian ATR/BPN menjalin kerja sama dan memperkuat sinergi dengan Kementerian Transmigrasi melalui sebuah inisiatif yang disebut Program Trans Tuntas. Program Trans Tuntas ini secara khusus dirancang untuk menyelesaikan berbagai masalah terkait legalitas lahan transmigrasi, mengatasi konflik pertanahan, menyelesaikan tumpang-tindih lahan, serta memperkuat pelaksanaan reforma agraria nasional.
KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Iklan Bank di Jabar

Dalam menyukseskan jalannya Program Trans Tuntas tersebut, kehadiran dan peran aktif dari Tim Ekspedisi Patriot 2026 dinilai sangat krusial. Anggota tim yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi ini nantinya akan merambah masuk secara langsung ke kawasan-kawasan transmigrasi untuk melakukan proses pendataan. Kegiatan pendataan yang dilaksanakan oleh Tim Ekspedisi Patriot ini memiliki fokus utama untuk mengidentifikasi persoalan kepemilikan, penguasaan, serta aspek legalitas tanah milik para transmigran. Hasil pendataan yang akurat ini kemudian akan digunakan sebagai bahan penting guna mengakselerasi penyelesaian masalah lewat Program Trans Tuntas.
Selain melakukan pendataan secara fisik di lapangan, Tim Ekspedisi Patriot 2026 juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta pengembangan kawasan transmigrasi melalui pelaksanaan riset yang aplikatif. Hasil dari pengamatan langsung yang dikumpulkan oleh tim ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan penting dalam penyusunan tata ruang kawasan, termasuk untuk menyempurnakan rencana detail tata ruang (RDTR) di wilayah terkait. Upaya ini sejalan dengan arah baru transformasi transmigrasi saat ini, di mana program transmigrasi tidak lagi sekadar berfokus pada pemindahan penduduk saja, melainkan diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengelolaan sumber daya yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemerintah Siapkan 3 Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Tak Ada yang Dirumahkan

Pada momen pelepasan yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta tersebut, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026. Ossy Dermawan menitipkan tiga pesan utama yang wajib diterapkan oleh para mahasiswa selama menjalankan tugas mulia ini di lapangan. Pesan pertama adalah pentingnya membangun rasa empati serta kepercayaan yang mendalam dengan masyarakat transmigran setempat. Pesan kedua, tim diharapkan mampu menghasilkan riset yang berorientasi pada solusi untuk mengatasi berbagai kendala nyata di lapangan. Terakhir, pesan ketiga adalah agar kerja keras tim ekspedisi ini dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan wilayah transmigrasi yang mereka kunjungi.






