berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Pupuk Indonesia Dorong Penyaluran Pupuk Tepat Sasaran di Takalar

Marthen TandirerungDiterbitkan 5 Sep 2026 - 05.05 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pupuk Indonesia Dorong Penyaluran Pupuk Tepat Sasaran di Takalar
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat pengawasan dan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, melalui kegiatan bertajuk Pilar Tani: Evaluasi Administrasi dan Sosialisasi Kebijakan Penyaluran Pupuk Bersubsidi.

Forum tersebut diselenggarakan untuk mengevaluasi sekaligus menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai regulasi dan alur administrasi penyaluran. Pembahasan mencakup ketepatan data penerima, mekanisme penebusan, pencatatan transaksi, hingga pengawasan rantai distribusi agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

Pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi saat ini berpedoman pada Keputusan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Nomor 32 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Titik Serah ke Petani serta Keputusan Dirjen PSP Nomor 33 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Berdasarkan data hingga Agustus 2026, Kabupaten Takalar tercatat menerima alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 31.776 ton. Dari total alokasi tersebut, realisasi penebusan oleh petani di lapangan telah mencapai 15.286 ton atau setara dengan 48 persen.

Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) Wisnu Ramadhani menyatakan bahwa penguatan tata kelola menjadi aspek krusial dalam memastikan distribusi pupuk bersubsidi terlaksana sesuai ketentuan, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh petani secara optimal.

Baca Juga

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Dalam kegiatan tersebut, Pupuk Indonesia menegaskan pentingnya penerapan prinsip 7 Tepat, yang meliputi tepat penerima, tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat tempat, dan tepat mutu. Sosialisasi ini juga ditujukan untuk memitigasi sejumlah potensi pelanggaran di lapangan, seperti penebusan di luar kuota alokasi, penebusan oleh pihak yang tidak terdaftar dalam sistem resmi, ketidaksesuaian penetapan harga, hingga peredaran pupuk di luar wilayah distribusi yang ditentukan.

Penguatan teknis terkait regulasi turut disampaikan oleh Tim Kerja Administrasi Pupuk Bersubsidi sekaligus PIC Penyaluran Pupuk Bersubsidi Wilayah Sulawesi Selatan Kementerian Pertanian, Muhammad Aditya Hamzah Arfahmi, guna memastikan seluruh jajaran pelaksana memahami prosedur administrasi yang berlaku.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kementerian pertanianPupuk Bersubsidi

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap