Sejumlah analis pasar modal menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih cenderung berfluktuasi selama sebulan terakhir dipicu oleh kombinasi sentimen global dan dinamika rotasi sektor, kendati arus modal asing telah mulai mengalir kembali ke pasar saham domestik.
Analis MNC Sekuritas Herditya menjelaskan bahwa volatilitas pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas utama seperti minyak mentah dan emas, yang berdampak langsung terhadap saham-saham emiten terkait. Selain itu, kenaikan harga komoditas lunak turut membayangi kinerja emiten di sektor barang konsumsi.
Investor di pasar saham juga terus mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, apakah akan tetap mempertahankan sikap hawkish atau mulai melonggarkan suku bunga acuan. Ketidakpastian ini diperkuat oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang mengerek harga energi dan berpotensi memicu inflasi di AS serta tingkat global.
Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha demi Efisiensi dan Fokus Bisnis Inti

Pandangan senada disampaikan Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus. Menurutnya, pasar modal dalam negeri saat ini masih menghadapi tekanan eksternal, mulai dari konflik bersenjata antara AS dan Iran, lonjakan inflasi AS, potensi kenaikan suku bunga global, hingga ancaman perlambatan ekonomi yang dapat menekan penyaluran kredit dan investasi.
Secara historis dalam 10 tahun terakhir, IHSG mencatatkan rata-rata koreksi sebesar -0,76 persen pada bulan September dengan tingkat probabilitas mencapai 60 persen. Dari sisi teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.640 hingga 6.730 tanpa menembus level batas bawah (support).
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memandang fluktuasi indeks sebagai fase wajar dalam proses pemulihan awal setelah pelemahan tajam yang terjadi sejak pertengahan April hingga awal Juni 2026. Aksi akumulasi yang dilakukan pelaku pasar saat ini masih diiringi oleh langkah ambil untung (profit taking) oleh para pedagang yang menanti konfirmasi tren kenaikan yang lebih solid.
Pertamina Mulai Siapkan Infrastruktur E20

Dari perspektif pasar keuangan, Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menambahkan bahwa prospek IHSG pada bulan ini secara umum tetap positif berkat masuknya kembali dana asing. Tingginya volatilitas harian terjadi karena pelaku pasar merespons berbagai data ekonomi dengan cepat sembari melakukan rotasi antar-sektor.
Lukman mencatat beberapa indikator utama yang perlu terus diperhatikan investor mencakup ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, kurs dolar AS, dinamika geopolitik, serta faktor domestik seperti stabilitas rupiah, kebijakan fiskal pemerintah, dan realisasi kinerja keuangan para emiten.






