Pembangunan jaringan transportasi massal berbasis rel di Jakarta terus berjalan melalui percepatan jalur MRT Fase 2A dan penyusunan studi perluasan rute menuju kawasan penyangga. Proyek yang dikawal bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) ini membagi pengerjaan menjadi koridor utama Jakarta Pusat ke Jakarta Barat serta penjajakan jalur interkoneksi ke wilayah Tangerang Selatan.
Perkembangan konstruksi dan persiapan administratif memiliki linimasa serta rute teknis tersendiri yang perlu diperhatikan masyarakat pengguna moda transportasi publik.
Progres Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI鈥揓akarta Kota
Pengerjaan fisik proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Jakarta Kota mencatatkan capaian 60,78 persen per Mei 2026. Angka realisasi ini berada sedikit melampaui target yang ditetapkan pada level 59,70 persen.
Pekerjaan konstruksi pada koridor Fase 2A dibagi ke dalam tiga paket proyek utama:
Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara IKN di Berbagai Sektor

- Paket CP201 (Kawasan Bundaran HI ke Monas): Mencapai progres pengerjaan sebesar 92,88 persen.
- Paket CP202 (Harmoni sampai Mangga Besar): Mencatatkan realisasi konstruksi sebesar 65,61 persen.
- Paket CP203 (Glodok hingga Jakarta Kota): Berada pada tingkat penyelesaian 85,04 persen.
Tahap uji coba operasional untuk segmen Bundaran HI sampai Monas dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2027. Layanan segmen ini ditargetkan mulai melayani masyarakat umum pada akhir 2027. Selain itu, proyek perluasan area pertemuan stasiun (concourse) di bawah halte Transjakarta Bundaran HI diproyeksikan tuntas pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta. Secara menyeluruh, koridor Bundaran HI hingga Jakarta Kota ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.
Penjajakan Rute Interkoneksi Lebak Bulus Menuju Tangerang Selatan
Selain percepatan jalur Fase 2A, studi kelayakan (feasibility study) untuk perluasan rute MRT dari Stasiun Lebak Bulus menuju kawasan Serpong, Tangerang Selatan, sedang diselesaikan. Kajian rute ini dikerjakan melalui kolaborasi antara PT MRT Jakarta dan Sinar Mas Land, dengan target perampungan kajian pada akhir 2026.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyambut baik rencana koridor ini mengingat tingginya mobilitas harian komuter di wilayah penyangga tersebut. Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa detail trase rute menuju Tangerang Selatan belum dipublikasikan secara terbuka untuk mencegah praktik spekulasi harga lahan oleh calo tanah.
Dalam perhitungan awal oleh pihak investor, terdapat sejumlah opsi perlintasan trase, di antaranya melalui jalur kawasan Pondok Cabe atau Pondok Aren, dengan titik tujuan akhir berada di kawasan BSD.
Langkah Menghitung Tagihan Pasca Penetapan Penyesuaian Tarif Listrik PLN Nonsubsidi Kementerian ESDM

Tahapan Lanjutan Sebelum Konstruksi Jalur Ekstensi
Penyelesaian studi kelayakan tidak berarti pembangunan fisik rute tambahan langsung dieksekusi seketika. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menerangkan bahwa sesudah studi kelayakan rampung pada akhir tahun, ada rangkaian tahapan lanjutan yang wajib dilewati sebelum konstruksi dimulai.
Tahapan-tahapan tersebut meliputi:
- Pembahasan kelembagaan antar-pemangku kepentingan lintas daerah dan pemerintah pusat.
- Penetapan skema pendanaan serta investasi yang akan digunakan.
- Penyusunan rancangan teknis terperinci (detail engineering design atau DED).
Proses pematangan rencana rute dan penyelesaian fisik koridor bawah tanah Fase 2A berjalan secara bertahap untuk memastikan konektivitas transportasi umum di Jabodetabek terintegrasi aman dan terukur.






