Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di sebuah gardu listrik yang digunakan untuk menunjang operasional kereta lintas raya terpadu (LRT) Jabodebek di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi ketika hendak mengambil kabel di fasilitas tersebut.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerima laporan mengenai peristiwa penemuan mayat tersebut sekitar pukul 17.50 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, petugas tidak menemukan kartu tanda penduduk (KTP) maupun dokumen identitas lainnya pada tubuh korban, sehingga pria tersebut tercatat sebagai Mr X.
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda, Pelampung Kedua Ditemukan

Dugaan aksi pencurian kabel didasarkan pada barang bawaan yang ditemukan bersama korban. Berdasarkan kronologi kejadian, pria tersebut masuk ke area gardu dari bagian bawah dengan membawa kantong plastik berisi gergaji besi dan mengenakan topi. Korban kemudian naik ke lantai dua gardu listrik sebelum akhirnya tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Keberadaan peralatan seperti gergaji besi dan kantong plastik tersebut memperkuat indikasi bahwa korban berniat memotong serta mengambil kabel listrik di lokasi.
Saat ditemukan oleh petugas, kondisi jenazah korban dilaporkan telah mulai mengeluarkan bau. Kompol Suminto menjelaskan bahwa kondisi tubuh yang sudah berbau tersebut diduga berkaitan erat dengan efek fatal dari sengatan listrik bertegangan tinggi. Kendati demikian, pihak kepolisian menyatakan belum dapat memastikan waktu pasti korban mengembuskan napas terakhirnya di gardu tersebut.
Serda Ahmad Diduga Tewas Dianiaya 4 Senior, Apa Penyebabnya?

Setelah penanganan di lokasi selesai, jenazah pria tersebut dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi. Selama proses evakuasi korban berlangsung, aliran listrik di gardu penunjang LRT Jabodebek tersebut sempat dipadamkan sementara waktu. Pihak kepolisian memastikan bahwa pemadaman sementara tersebut tidak menimbulkan gangguan terhadap kelancaran operasional kereta LRT Jabodebek.






