Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memastikan seluruh biaya pengobatan para pelajar yang mengalami keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akan ditanggung oleh pemerintah hingga sembuh total.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat meninjau langsung kondisi kesehatan para siswa di Kabupaten Karo pada Jumat (11/9). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Keduanya mengunjungi satu per satu siswa yang tengah menjalani perawatan di Ruang Karawang Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham. Gibran menyatakan pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan rujukan medis jika diperlukan penanganan lanjutan di luar daerah.
"Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi," ujar Gibran.
Sempat Berhenti Imbas Gempa, Perjalanan KRL Kembali Normal

Selain mendatangi RS Efarina Etaham, Gibran bersama Bobby Nasution juga menjenguk siswi korban keracunan MBG lainnya, Agnesia Paruliana br Silitonga. Agnesia menjalani perawatan di RS Amanda yang beralamat di Jalan Lintas Desa Korpri, Berastagi, Kabupaten Karo.
Perawatan Pasien dan Dampak Keracunan MBG
Peristiwa keracunan ini menimpa para pelajar usai menyantap makanan program MBG di sekolah pada 13 Agustus 2026. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 353 pelajar di Kabupaten Karo menjadi korban keracunan makanan tersebut.
Hingga kunjungan berlangsung pada Jumat (11/9), masih ada 15 pelajar yang belum sepenuhnya pulih sehingga harus tetap dirawat di rumah sakit.
Cerita Elsa, Penumpang yang Melihat Ibu Hirup Kamper di KRL

Sementara itu, keluhan kesehatan juga masih dirasakan oleh korban yang menjalani rawat jalan. Salah seorang siswa berinisial SV mengeluhkan gejala sakit kepala, sesak napas, dan sakit perut, sehingga harus menjalani pengobatan jalan di RS Efarina dengan biaya mandiri pada Jumat (11/9/2026).
Menanggapi dampak yang dialami para korban, Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis para siswa yang mengalami gangguan kesehatan pascainsiden konsumsi MBG tersebut.






