Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pertemuan yang digelar mulai sore hingga malam hari tersebut difokuskan untuk membahas sejumlah isu strategis dan penanganan berbagai persoalan nasional.
Dalam agenda pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta laporan perkembangan terkait penyesuaian syarat perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin bergabung menjadi prajurit TNI. Penyesuaian kriteria seleksi ini menjadi perhatian utama guna memberikan kesempatan bagi putra daerah pedalaman untuk mengabdi di institusi pertahanan negara.
Penanganan Bencana Alam dan Karhutla
Selain evaluasi syarat rekrutmen prajurit, Presiden Prabowo bersama jajaran kabinet turut membahas penanganan sejumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia. Pembahasan mencakup langkah penanganan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), penanganan dampak aktivitas erupsi Gunung Merapi, serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Pelaku Pembacokan Nelayan di Sampang Ditangkap, Motif Balas Dendam

Mengenai ancaman karhutla, Presiden Prabowo menginstruksikan aparat teritorial, khususnya Babinsa TNI di tingkat desa, untuk lebih aktif turun ke lapangan. Babinsa TNI diminta memberikan edukasi secara langsung kepada warga mengenai bahaya pembakaran hutan demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah potensi bencana serupa.
Jajaran Pejabat yang Hadir
Rapat kerja di Hambalang tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait pertahanan, intelijen, serta keamanan. Pejabat yang hadir antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
3 Pengeroyok Warga Pejompongan Ditangkap di Babakan Madang Bogor

Turut hadir mendampingi Presiden dalam rapat tersebut Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.






