berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Polemik Data 112 Juta Warga Kurang Gizi dan Kritik DPR terhadap Metodologi Kemenkes

Slamet PrabowoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polemik Data 112 Juta Warga Kurang Gizi dan Kritik DPR terhadap Metodologi Kemenkes
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai kondisi kecukupan gizi masyarakat di Indonesia memicu perhatian publik sekaligus tanggapan kritis dari parlemen. Menteri Kesehatan mengungkapkan bahwa sekitar 112 juta penduduk Indonesia saat ini masih mengalami masalah kekurangan gizi. Angka yang terbilang sangat besar tersebut kemudian mendapat sorotan tajam dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pihak legislatif secara khusus mempertanyakan keabsahan data serta metodologi yang digunakan oleh kementerian terkait di balik penentuan jumlah ratusan juta warga yang disebut kurang gizi tersebut.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, secara langsung menyampaikan keberatan dan mempertanyakan landasan data tersebut saat dihubungi pada hari Jumat (31/7). Menurut Charles Honoris, Kementerian Kesehatan perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik mengenai indikator serta metode ilmiah yang digunakan untuk menarik kesimpulan bahwa 112 juta warga negara mengalami kekurangan gizi. Transparansi metodologi ini dinilai sangat penting agar setiap kebijakan publik yang diambil oleh pemerintah, khususnya di bidang kesehatan, dibangun di atas indikator yang tepat dan tidak didasarkan pada data yang kurang relevan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menjelaskan bahwa angka 112 juta warga tersebut diperoleh dari analisis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2024. Secara spesifik, angka tersebut merujuk pada empat desil terbawah dari data survei nasional tersebut. Berdasarkan penjelasan Budi Gunadi Sadikin, setiap desil dalam data Susenas mewakili sekitar 28 juta jiwa penduduk Indonesia. Dengan demikian, penggabungan empat desil terbawah menghasilkan estimasi sekitar 112 juta masyarakat, yang kemudian ditetapkan sebagai sasaran utama intervensi gizi oleh pemerintah.

Baca Juga

Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Penggunaan data Susenas sebagai acuan utama gizi ini mendapat kritik dari Charles Honoris. Ia menekankan bahwa Susenas pada dasarnya merupakan instrumen survei sosial ekonomi rumah tangga. Menurutnya, survei tersebut tidak dirancang secara khusus untuk mengukur status gizi penduduk secara langsung di lapangan. Charles mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki instrumen pengukuran gizi yang jauh lebih spesifik dan valid, yaitu Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Kedua instrumen inilah yang selama ini sudah digunakan sebagai acuan utama oleh Kementerian Kesehatan dan dinilai lebih representatif dalam menggambarkan kondisi gizi riil masyarakat Indonesia.

Kritik mengenai penggunaan data ini juga berkaitan erat dengan rencana implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dicanangkan oleh pemerintah. Charles Honoris menyatakan bahwa penggunaan indikator yang tepat sangat penting untuk memperjelas tujuan utama dari Program Makan Bergizi Gratis. Apabila tujuan utama dari program tersebut adalah untuk memperbaiki status gizi masyarakat, maka parameter keberhasilannya harus diukur dengan indikator status gizi yang valid. Indikator yang dimaksud mencakup penurunan angka stunting, wasting, underweight, maupun anemia, serta indikator lain yang diukur secara langsung melalui SKI dan SSGI. Program sebesar ini dinilai tidak bisa dievaluasi hanya berdasarkan asumsi atau indikator yang tidak secara langsung mengukur status gizi.

Baca Juga

Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng

Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng

Lebih lanjut, Charles Honoris menambahkan bahwa jika pemerintah memang ingin menjalankan program pemberian makan bagi seluruh anak sekolah secara universal, hal tersebut harus disampaikan secara transparan. Pemerintah harus menjelaskan kepada publik bahwa tujuan utamanya adalah memberi makanan kepada seluruh anak, bukan semata-mata untuk memperbaiki status gizi. Publik dinilai berhak mengetahui secara jelas apa sebenarnya tujuan dari Program Makan Bergizi Gratis, sehingga tujuan program tidak terus bergeser mengikuti narasi yang berubah-ubah di kemudian hari.

Di tengah polemik data tersebut, pemerintah terus mematangkan persiapan teknis untuk intervensi gizi ini. Salah satu langkah nyata yang direncanakan adalah pembukaan secara bertahap sekitar 13.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah ada saat ini. Fasilitas ini akan berfungsi sebagai dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pelaksanaannya, pembukaan unit layanan SPPG ini akan diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang memiliki angka stunting tinggi. Langkah strategis ini diharapkan dapat langsung menyasar kelompok masyarakat yang memang paling membutuhkan intervensi gizi di berbagai daerah di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIKementerian KesehatanMakan Bergizi GratisBudi Gunadi SadikinCharles HonorisGizi Buruk

Berita Terbaru Lainnya

Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie AdriansyahJaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di JatengAkademisi Sorot Langkah Cepat Pemerintah Tangani Kasus Keracunan MBG di KaroDirut PLN Darmawan Pimpin Peningkatan Pasokan Listrik SulbagselAHY Beber Ada 7.000 Kawasan Kumuh di IndonesiaAra Pesan 2,5 Juta Genteng UMKM, Program Gentengisasi Dimulai OktoberWanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Lewat MiChatMendikdasmen, Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan Pascabanjir Rampung, Pembelajaran Kembali Normal

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap