Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) memberikan klarifikasi terkait pernyataan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengenai kondisi Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany atau Gus Najmi menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan sebagai serangan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya potongan video pernyataan Cak Imin di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah melalui akun media sosial X milik mantan Ketua Umum PB HMI Anas Urbaningrum. Dalam cuplikan video yang beredar, Cak Imin menyebut NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir karena dipimpin oleh sosok berlatar belakang alumni HMI.
"Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitulah," demikian pernyataan Cak Imin dalam potongan video tersebut.
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Ubah Komitmen Jadi Aksi Nyata

Evaluasi Kepemimpinan dan Kapabilitas
Menanggapi polemik yang muncul, Gus Najmi meluruskan bahwa Cak Imin pada dasarnya sedang mengkritik model kepemimpinan dan mengevaluasi dinamika di tubuh NU, bukan menyerang institusi HMI maupun alumninya secara keseluruhan.
"Beliau sedang mengkritik sebuah kepemimpinan dan mengevaluasi kondisi NU, bukan menyerang HMI sebagai organisasi ataupun seluruh alumninya," tegas Najmi dalam keterangan tertulis pada Minggu (30/8).
Najmi menjelaskan bahwa latar belakang HMI dari figur yang menjadi objek kritik merupakan fakta biografis. Menurutnya, fakta tersebut tidak bisa serta-merta dijadikan acuan untuk menyimpulkan bahwa kritik yang dilontarkan Cak Imin diarahkan kepada organisasi HMI.
Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat

Ia menegaskan bahwa identitas HMI merupakan latar belakang personal figur yang bersangkutan, sedangkan inti dari pernyataan Cak Imin adalah perihal kapabilitas dan hasil kepemimpinan.
Lebih lanjut, Najmi memandang Cak Imin sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NU dan tradisi pesantren. Oleh sebab itu, kritik yang disampaikan Cak Imin dinilai murni berakar dari rasa tanggung jawab moral untuk mendorong perbaikan di rumah besarnya sendiri.






