Peta kegempaan di Jawa Barat menegaskan keberadaan dua struktur patahan aktif yang berdekatan di wilayah Kabupaten Cianjur, yakni Sesar Cimandiri dan Sesar Cugenang. Identifikasi geologi memastikan bahwa Sesar Cugenang bukan bagian dari sistem Sesar Cimandiri, melainkan patahan mandiri yang posisinya berada di sebelah utara jalur utama Cimandiri.
Perbedaan mendasar kedua sesar darat tersebut terletak pada karakteristik pergerakan dan dimensinya. Sesar Cimandiri teridentifikasi sebagai sesar geser (strike-slip) dengan komponen oblique, serta memiliki lintasan yang jauh lebih panjang sehingga secara teoritis menyimpan potensi magnitudo maksimum lebih besar. Sebaliknya, Sesar Cugenang memiliki mekanisme pergerakan geser menganan (right-lateral strike-slip).
Perbedaan Jalur dan Dampak Kerusakan
Penetapan Cugenang sebagai patahan tersendiri menjawab penyebab konsentrasi kehancuran parah saat gempa bumi mengguncang Cianjur pada 2022. Kendati jalurnya lebih pendek, Sesar Cugenang membelah kawasan padat penduduk di lereng-lereng perbukitan. Konsentrasi energi di kedalaman dangkal dan topografi curam memicu dampak destruktif tinggi di koridor sempit tersebut.
5 Sesar Aktif di Jawa Barat, Jalur, Karakteristik, dan Potensi Gempa Bumi

Merespons ancaman tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberlakukan zona merah atau zona terlarang seluas kurang lebih 8,09 kilometer persegi di sepanjang patahan Cugenang. Wilayah yang masuk dalam perimeter ini dilarang untuk dibangun kembali sebagai area permukiman warga guna mencegah korban jiwa saat terjadi pergeseran tanah di masa depan.
Aktivitas Seismik Jawa Barat
Keberadaan sesar-sesar darat ini menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas seismik paling dinamis. Data BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 195 kali gempa bumi dan 210 kejadian petir di wilayah Jawa Barat sepanjang Agustus 2026.
Sempat Padam, Kebakaran Kontrakan-Bedeng di Denpasar Kembali Nyala

Aktivitas tersebut mencakup rangkaian lima gempa bumi pada Rabu (20/8) yang getarannya dirasakan di Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, hingga Bekasi. Selain gempa darat, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat terus memantau gempa laut, termasuk lindu berkekuatan M 5,3 di Pangandaran pada Rabu (5/8) malam yang dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan infrastruktur.






