Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (1/9). Titik api terdeteksi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang berlokasi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Berdasarkan perkiraan awal, kobaran api telah membakar area seluas ratusan hektare. Lokasi kebakaran baru ini berjarak sekitar 5 kilometer dari titik karhutla sebelumnya di perbatasan wilayah Kabupaten PPU dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang sempat menghanguskan lahan lebih dari 200 hektare.
Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Pusdalops) BPBD PPU pada Selasa siang sekitar pukul 14.38 Wita dari Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito. Merespons laporan tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lapangan.
Operasi pemadaman melibatkan personel dari BPBD PPU, jajaran Kedeputian Otorita IKN (meliputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Pengendalian Pembangunan, Transformasi Hijau dan Digital, serta Humas), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Meratus, Polresta Kawasan IKN, Koramil Sepaku, Polsek Sepaku, dan pihak Kecamatan Sepaku.
Terjadi Lagi Kebakaran TPA yang Berlangsung Berjam-jam di Pandeglang

Kendala Akses dan Dampak Karhutla
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran serta total luasan lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan dan asesmen di lapangan. Hingga kini api belum dapat dikendalikan penuh lantaran vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar kering yang sangat mudah menyulut api.
Di lapangan, petugas gabungan menghadapi hambatan akses jalan yang berat. Kendaraan pemadam tidak dapat mendekat langsung ke pusat api, sehingga personel terpaksa membuka jalur secara manual menembus semak belukar dan membentangkan selang air dari jarak jauh.
Peristiwa karhutla ini turut memicu penurunan kualitas udara di wilayah sekitarnya. Di kawasan Wonotirto yang masuk dalam delineasi IKN, indeks standar pencemar udara (ISPU) sempat menyentuh angka 162 atau masuk kategori tidak sehat akibat paparan kabut asap.
BMKG, Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa di Agustus 2026, Pangandaran Paling Besar

Untuk menekan kemunculan titik panas sekaligus mengisi cadangan air di Waduk Sepaku, Otorita IKN bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Timur dengan menyemai 800 kilogram garam.
Sementara itu, aparat kepolisian telah mengamankan seorang pria berinisial MDP atas dugaan pembakaran lahan sekitar 2 hektare di kawasan Otorita IKN, wilayah Loa Janan, Kutai Kartanegara. Selain penindakan karhutla, Satgas PKH sebelumnya juga menertibkan 111,71 hektare lahan Tahura Bukit Soeharto yang dikelola secara ilegal oleh PT Singlurus Pratama dengan potensi denda mencapai Rp147,3 miliar.






