NUSA TENGGARA TIMUR — Menyusul bencana gempa bumi yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), Perum Bulog menyiagakan cadangan pangan dalam jumlah besar guna memastikan ketersediaan logistik bagi para korban dan penyintas. Sebanyak 24.134 ton beras disiapkan dan ditempatkan di 46 gudang Bulog di wilayah NTT, yang memiliki total kapasitas tampung mencapai 50.400 ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan stok tersebut didukung koordinasi terpadu bersama Menteri Koordinator Bidang PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, BNPB, jajaran BPBD kabupaten/kota, serta dukungan personel TNI dan Polri.
Kebakaran kembali Landa Kawasan Hutan di IKN, Petugas Gabungan Terus Berupaya Padamkan Api

Guna menjamin kelancaran pasokan ke daerah terdampak, Bulog memobilisasi pengiriman beras dari beberapa kantor wilayah (Kanwil). Distribusi itu mencakup 3.000 ton beras dari Kanwil DKI Jakarta-Banten dengan progres perjalanan 100 persen, 20.996 ton dari Kanwil Jawa Timur (98 persen), 8.550 ton dari Kanwil Sulsel-Sulbar (41,52 persen), serta sekitar 35.250 ton dari Kanwil NTB dengan progres 82,35 persen. Dari pergerakan logistik tersebut, sekitar 5.424 ton beras telah tiba di pelabuhan bongkar muat.
Realisasi penyaluran langsung ke masyarakat terdampak saat ini telah melampaui 1.300 ton. Distribusi tersebut terdiri atas 881,97 ton dari skema Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bencana Alam, 101,8 ton dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), serta 472,9 ton dari alokasi bantuan pangan.
BMKG, Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa di Agustus 2026, Pangandaran Paling Besar

Selain kebutuhan pokok beras, pemerintah juga telah mengalirkan sebanyak 7.000 liter minyak goreng Minyakita untuk memenuhi kebutuhan logistik warga di tujuh kabupaten dan kota terdampak gempa di NTT.






