KOLOMBO — Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka, Ravi Karunanayake, ditangkap oleh otoritas penegak hukum atas dugaan tindak pidana korupsi. Karunanayake disangkakan menyalahgunakan dana negara untuk menggaji staf pribadinya.
Penahanan tersebut dilakukan pada Senin usai Karunanayake menjalani proses interogasi panjang di kantor Commission to Investigate Allegations of Bribery or Corruption (CIABOC), komisi antikorupsi utama di Sri Lanka.
Berdasarkan keterangan pejabat CIABOC, Karunanayake diduga mengondisikan pembayaran gaji tiga staf pribadinya melalui anggaran lembaga pemerintah. Ketiga individu itu tercatat secara formal sebagai pegawai di National Lotteries Board (NLB), sebuah badan negara yang mengelola undian atau lotre untuk mendukung penerimaan negara dan pembiayaan program sosial. Kendati menerima bayaran dari kas lembaga tersebut, mereka pada kenyataannya bertugas melayani kepentingan pribadi sang eks menkeu.
Jakarta Goyang, Ternyata Ada Gempa di Sini

Karunanayake, yang sebelumnya merupakan bagian dari pemerintahan mantan Presiden Ranil Wickremesinghe, terseret dalam kampanye pemberantasan korupsi yang diperketat oleh Presiden Anura Kumara Dissanayake sejak menjabat pada 2024.
Penindakan terhadap mantan pejabat tinggi ini melanjutkan rangkaian penegakan hukum di Sri Lanka. Pada awal Agustus 2026, mantan Menteri Kesehatan Keheliya Rambukwella turut ditangkap lantaran diduga membantu pencurian batu sakral bersejarah dari istana raja Sinhala terakhir. Rambukwella memimpin kementerian terkait ketika krisis ketersediaan obat melanda Sri Lanka pascakegagalan bayar utang luar negeri sebesar US$46 miliar pada April 2022.
Gempa M 4,4 Guncang Cianjur, Terasa Sampai Jakarta-Bandung-Bogor

Di samping penangkapan para mantan menteri, proses hukum dan penyelidikan aparat saat ini juga menyasar seluruh anggota keluarga dekat mantan Presiden Mahinda Rajapaksa atas berbagai dugaan kasus, termasuk suap, pencucian uang, hingga pembunuhan.






