Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan terus diintensifkan. Pemerintah Indonesia menempuh berbagai strategi percepatan, mulai dari menerima bantuan pesawat dari Jepang hingga menyewa pesawat khusus dari Rusia untuk operasi pemadaman dari udara.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengonfirmasi bahwa pesawat sewaan asal Rusia tersebut difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Armada ini dijadwalkan tiba di Sumatra Selatan dalam minggu ini. Kehadiran armada tambahan tersebut melengkapi koordinasi yang sebelumnya juga telah disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait dukungan pesawat dari negara mitra.
Kebakaran kembali Landa Kawasan Hutan di IKN, Petugas Gabungan Terus Berupaya Padamkan Api

Dalam penanganan karhutla saat ini, pemerintah telah mengerahkan 53 Satuan Tugas (Satgas) udara. Puluhan satgas tersebut menjalankan mandat terpadu yang mencakup patroli udara, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pengeboman air (water bombing) langsung di atas titik api aktif.
Kendati pengerahan armada udara terus ditambah, petugas pemadam di lapangan masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan sumber air di sekitar area kebakaran. Ketiadaan pasokan air yang memadai memperlambat proses pemadaman darat saat api bergerak cepat.
BMKG, Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa di Agustus 2026, Pangandaran Paling Besar

Kendala teknis tersebut tampak saat penanganan titik api di pinggir jalan tol wilayah Sumatra Selatan. Petugas lapangan sempat mengalami kesulitan memutus perambatan api karena hanya terdapat satu titik sumber air yang dapat dijangkau, sementara kobaran karhutla terus meluas menjauhi lokasi pasokan air tersebut.






