Aktivitas memasak sehari-hari kerap dianggap sebagai rutinitas biasa tanpa risiko besar. Namun, temuan terbaru mengungkap bahwa kelalaian kecil di area memasak justru menjadi sumber utama malapetaka di lingkungan tempat tinggal.
Laporan National Fire Protection Association (NFPA) mencatat sebagian besar insiden kebakaran rumah tangga dipicu oleh kelalaian di area dapur. Perwakilan NFPA, Susan McKelvey, menegaskan terdapat lima kebiasaan berisiko tinggi saat beraktivitas di dapur yang harus segera dihentikan demi keselamatan seluruh penghuni rumah.
Salah satu kekeliruan fatal yang kerap terjadi adalah penanganan saat muncul percikan api dari minyak goreng. Masyarakat diimbau untuk tidak menyiram wajan dengan air maupun memindahkan panci yang terbakar ke bak cuci piring (wastafel), karena tindakan tersebut justru memicu kobaran api membesar seketika.
Perbedaan Sesar Cugenang dan Sesar Cimandiri Karakteristik, Jalur, dan Risiko Gempa di Jawa Barat

Langkah darurat yang benar ketika api minyak muncul adalah menggeser tutup panci secara perlahan hingga menutupi seluruh permukaan wajan, lalu segera mematikan sumber api kompor.
Bahaya di area domestik bukan sekadar ancaman teoritis. Rentetan insiden kebakaran akibat kelalaian dan gangguan peralatan rumah terus memakan korban. Di Srondol Wetan, Semarang, dua balita meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif akibat kebakaran yang tengah diselidiki pihak kepolisian atas dugaan kebocoran gas.
Terjadi Lagi Kebakaran TPA yang Berlangsung Berjam-jam di Pandeglang

Insiden serupa juga tercatat di berbagai wilayah, mulai dari kebakaran 35 unit barak di Asrama TNI Kodam Mattoangin Makassar yang diduga dipicu korsleting, hingga insiden kebakaran di kawasan permukiman Kapuk Muara, Jakarta Utara. Menjaga kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan sepele yang berbahaya di dapur menjadi langkah mitigasi paling mendesak untuk mencegah kebakaran permukiman meluas.






