berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Nasional

Peran Tim Ekspedisi Patriot 2026 dalam Membangun Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan

Marthen TandirerungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 10.52 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peran Tim Ekspedisi Patriot 2026 dalam Membangun Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia secara resmi telah melepas ribuan peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Pelepasan ini diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Dalam agenda tersebut, sebanyak 1.476 peserta yang telah dikelompokkan ke dalam 246 tim ditugaskan untuk mengabdi secara langsung di berbagai wilayah. Langkah strategis ini diambil oleh pemerintah guna mendorong pengembangan kawasan transmigrasi yang berbasis pada keilmuan serta riset terapan. Kehadiran para akademisi di lapangan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Pelaksanaan program ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2018 tentang pembangunan kawasan transmigrasi. Berdasarkan regulasi tersebut, pengembangan wilayah transmigrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementrans semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah menggandeng perguruan tinggi untuk berkontribusi secara nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan, riset, serta pendampingan langsung di tengah masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang lebih mandiri, maju, dan memiliki daya saing tinggi.

Kolaborasi dalam program TEP 2026 diwujudkan melalui keterlibatan sepuluh perguruan tinggi mitra utama. Kesepuluh institusi pendidikan tersebut meliputi Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin. Selain itu, peserta juga didatangkan dari lebih dari 140 perguruan tinggi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Komposisi peserta yang diterjunkan sangat beragam, mencakup sarjana, magister, doktor, hingga level profesor atau guru besar. Keberagaman latar belakang akademik ini memastikan bahwa program tersebut didukung oleh sumber daya manusia unggul dari berbagai tingkatan keahlian.

Baca Juga

Memahami Modus Penyimpangan dan Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis

Memahami Modus Penyimpangan dan Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis

Para peserta yang tergabung dalam 246 tim tersebut akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kawasan-kawasan penugasan ini merupakan bagian dari 154 kawasan transmigrasi prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebelum para peserta diterjunkan, lokasi-lokasi sasaran tersebut telah dipetakan dan dikunjungi secara langsung pada pelaksanaan program TEP tahun 2025. Pemetaan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya bertujuan agar penugasan pada tahun ini dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing kawasan.

Berbeda dengan fokus pada tahun sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada pemetaan masalah, penugasan TEP 2026 menuntut tindakan nyata dari para peserta. Selama masa pengabdian, para patriot ditugaskan untuk menghasilkan berbagai luaran yang dapat diterapkan secara langsung, seperti model pengembangan, prototipe teknologi, hingga desain tata ruang kawasan. Selain itu, mereka juga berkewajiban memberikan pendampingan kepada masyarakat transmigran dan menyusun rekomendasi kebijakan yang berbasis pada kondisi aktual di lapangan. Melalui langkah ini, identifikasi persoalan tidak hanya berhenti pada sebatas laporan, tetapi dilanjutkan dengan penyelesaian masalah melalui implementasi program yang terukur.

Baca Juga

Kunjungan Perdana Rahayu Saraswati ke Ibu Kota Nusantara dan Catatan Penting untuk Otorita IKN

Kunjungan Perdana Rahayu Saraswati ke Ibu Kota Nusantara dan Catatan Penting untuk Otorita IKN

Meskipun program ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa TEP tetap menjadi program prioritas kementerian. Kehadiran orang-orang berpendidikan di pelosok daerah dinilai sebagai kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan pembangunan kawasan transmigrasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Para peserta diharapkan mampu menjadi bagian dari rantai perubahan yang berkelanjutan, menciptakan dampak langsung yang positif, serta membawa kemajuan bagi seluruh kawasan transmigrasi di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TransmigrasiKementerian TransmigrasiTim Ekspedisi PatriotTEP 2026M. Iftitah Sulaiman SuryanagaraViva Yoga Mauladi

Berita Terbaru Lainnya

Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Numan yang Berkeliling IndonesiaFakta-Fakta Kasus Perusakan Rumah Polisi di Karawang Terkait Penyelidikan Obat KerasPemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Dana Pendidikan Mulai 2028Cara Menyesuaikan Anggaran Kendaraan Setelah Perubahan Harga BBM di SPBU BPMemahami Modus Penyimpangan dan Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi GratisDaftar 5 Orang Terkaya di Dunia per Juli 2026, Elon Musk Masih MemimpinRincian Penyesuaian Harga BBM BP-AKR dan Pertamina Patra Niaga per 1 Agustus 2026Daftar 10 Bank yang Tutup per Juli 2026 Termasuk Perbankan Syariah

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap