PT Pertamina (Persero) terus berupaya memastikan ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur strategis yang andal, salah satunya adalah Terminal LPG Tanjung Sekong. Fasilitas penting yang berlokasi di wilayah Cilegon, Banten, ini memegang peranan yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan bakar gas di tengah masyarakat luas. Mengingat fungsinya yang sangat vital bagi perekonomian dan kebutuhan energi negara, Terminal LPG Tanjung Sekong saat ini telah ditetapkan dan berstatus sebagai Objek Vital Nasional. Keberadaan terminal ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena fasilitas tersebut secara konsisten mampu memasok sekitar 35 hingga 40 persen dari total keseluruhan kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) skala nasional di Indonesia.
Perjalanan operasional Terminal LPG Tanjung Sekong telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, di mana fasilitas ini pertama kali mulai beroperasi pada tahun 2012. Seiring dengan berjalannya waktu dan lonjakan permintaan energi dari masyarakat, infrastruktur ini terus dikembangkan untuk mengoptimalkan kinerjanya. Puncaknya pada tahun 2020, terminal ini resmi ditingkatkan status dan kemampuannya menjadi Terminal LPG Refrigerated. Fasilitas energi berskala besar ini dibangun dan berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare. Di area yang luas tersebut, Terminal LPG Tanjung Sekong dilengkapi dengan tangki-tangki penyimpanan yang secara total memiliki kapasitas mencapai 98.000 metrik ton (MT).
Guna menunjang kelancaran proses bongkar muat komoditas energi dari kapal pengangkut, operasional Terminal LPG Tanjung Sekong didukung penuh oleh keberadaan tiga fasilitas dermaga. Ketiga dermaga tersebut dirancang untuk dapat melayani kapal dengan kapasitas sandar yang bervariasi, mulai dari ukuran 3.500 hingga 65.000 Deadweight Tonnage (DWT). Dengan dukungan infrastruktur dermaga yang memadai, terminal ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam menangani lalu lintas komoditas atau throughput, yakni mencapai lebih dari 200.000 metrik ton setiap bulannya. Fasilitas distribusi ini beroperasi tanpa henti selama 24 jam sehari untuk melayani jalur distribusi LPG ke 63 kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.
Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

Pentingnya peran strategis terminal ini turut mendapatkan pengawasan langsung dari jajaran manajemen tingkat atas PT Pertamina (Persero). Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, turun langsung untuk meninjau fasilitas ini melalui agenda Management Walkthrough yang dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Juli. Dalam kesempatan peninjauan tersebut, beliau menegaskan bahwa LPG saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang tidak hanya menopang aktivitas rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga memutar roda sektor industri. Oleh karena itu, keandalan pasokan gas harus terus dijaga dengan ketat agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak mengalami gangguan.
Selama kunjungan kerjanya, Mochamad Iriawan juga meninjau secara langsung berbagai tahapan proses operasional di dalam terminal. Peninjauan tersebut mencakup proses penerimaan dan penyimpanan komoditas LPG, sistem distribusi ke berbagai wilayah, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Beliau secara khusus menekankan bahwa budaya keselamatan kerja harus selalu menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional fasilitas vital tersebut. Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga terus memperkuat efisiensi rantai pasok energi melalui penerapan sistem digitalisasi. Langkah inovatif ini diwujudkan melalui pemantauan stok gas secara real-time serta optimalisasi waktu sandar kapal di dermaga untuk mempercepat proses distribusi.
Karangan Bunga Penuhi Kemenkeu, Sambut Menkeu Baru Suahasil Nazara

Selain berfokus pada efisiensi operasional dan digitalisasi, perusahaan juga turut mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju kegiatan operasi yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya nyata yang sedang dilakukan adalah penjajakan pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung seluruh kegiatan operasional di kawasan terminal. Keunggulan operasional fasilitas ini juga dipertegas oleh pernyataan VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron. Beliau menambahkan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung utama dalam jaringan distribusi LPG nasional yang beroperasi tanpa henti demi memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap tersedia. Menurut beliau, operational excellence di terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga dibentuk oleh kedisiplinan operasional, penerapan standar HSSE yang konsisten, serta kesiapan seluruh pekerja dalam mengawal setiap tahapan distribusi energi ke masyarakat.






