berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Sosial

Penyebab Utama Terjadinya Salah Paham Saat Berkomunikasi Menurut Psikologi

Sri NugrohoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Utama Terjadinya Salah Paham Saat Berkomunikasi Menurut Psikologi
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Interaksi antarmanusia sering kali diwarnai oleh kejadian di mana dua individu yang terlibat dalam satu obrolan justru pulang dengan kesimpulan yang bertolak belakang. Satu pihak mungkin merasa pesan tersampaikan dengan baik, sementara pihak lainnya justru merasa tersinggung atau tidak dipahami. Kejadian semacam ini kerap memunculkan tanda tanya mengenai letak kesalahan dalam penyampaian pesan. Sejumlah kajian membuktikan bahwa akar dari persoalan ini bukan sekadar pada kata-kata yang meluncur dari mulut, melainkan pada perbedaan cara masing-masing pihak dalam menafsirkan maksud ucapan tersebut. Dengan demikian, kelancaran sebuah interaksi tidak selalu menjamin kesamaan pemahaman antara pembicara dan pendengar.

Untuk menelusuri akar persoalan ini, kita harus menyadari bahwa inti pokok dari sebuah interaksi tidak semata-mata bertumpu pada rangkaian kalimat yang terucap. Hal yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana tiap-tiap individu mencerna dan memberikan arti pada kalimat tersebut. Ilmu psikologi komunikasi menyoroti peran persepsi dalam tahapan ini. Persepsi bukanlah sekadar kemampuan pancaindra untuk menangkap suara atau gambaran, melainkan sebuah tahapan kompleks di mana otak manusia menyeleksi, mengolah, hingga akhirnya menyematkan arti khusus pada setiap kepingan data yang masuk. Inilah yang membuat satu kalimat pendek bisa memicu reaksi yang sangat beragam.

Sebagai contoh, ketika seseorang melontarkan teguran atau komentar singkat, penerima pesan akan menyaringnya melalui lensa kehidupan pribadinya. Lensa ini terbentuk dari tumpukan memori masa lalu, kondisi emosional saat itu, hingga nilai-nilai yang dipegang teguh. Dalam ranah kognisi sosial, manusia diyakini tidak pernah menelan informasi secara mentah-mentah atau pasif. Pakar bernama Fiske dan Taylor pada tahun 2013 menjabarkan bahwa tiap individu mengenali dan merespons dinamika lingkungan sosialnya dengan berbekal wawasan, rekam jejak kehidupan, serta prinsip yang sudah tertanam kuat di dalam benaknya jauh sebelum percakapan itu terjadi.

Baca Juga

Bocah 14 Tahun di Yogya Curi Rp 200 Ribu dari Kotak Infak, Takmir Masjid Maafkan

Bocah 14 Tahun di Yogya Curi Rp 200 Ribu dari Kotak Infak, Takmir Masjid Maafkan

Selain menyaring pesan yang masuk, manusia juga memiliki insting alami untuk selalu menerka-nerka alasan di balik perlakuan atau perkataan orang lain terhadap dirinya. Konsep ini dikenal luas sebagai atribusi. Terkait kecenderungan tersebut, Kelley pada tahun 1973 memaparkan bahwa setiap orang mampu merangkai sebuah kesimpulan mengenai motif di balik suatu tindakan dengan hanya mengandalkan petunjuk-petunjuk yang ada di sekitarnya. Otak kita secara otomatis bekerja untuk mencari tahu mengapa seseorang merespons dengan lambat, berbicara dengan nada tinggi, atau sekadar memberikan jawaban yang terlampau singkat dalam sebuah obrolan.

Persoalan akan menjadi semakin pelik apabila data atau petunjuk yang kita kumpulkan ternyata sangat minim. Pada saat seseorang menerima detail cerita yang terputus-putus atau kurang utuh, otak cenderung tidak membiarkan kekosongan tersebut. Sebaliknya, individu tersebut akan menambal celah informasi yang hilang dengan menggunakan kepingan-kepingan asumsi, prasangka, atau pengalaman serupa di masa silam. Proses menambal informasi yang tidak disadari ini menjadi lahan subur bagi tumbuhnya prasangka keliru. Seseorang bisa saja mengira lawan bicaranya sedang marah besar, padahal kenyataan sebenarnya adalah lawan bicara tersebut hanya sedang dilanda kelelahan fisik yang luar biasa.

Baca Juga

BGN Perkuat Regulasi MBG, 4 Aturan Turunan Perpres soal Tata Kelola Disiapkan

BGN Perkuat Regulasi MBG, 4 Aturan Turunan Perpres soal Tata Kelola Disiapkan

Memahami seluruh proses psikologis ini pada akhirnya menyadarkan kita bahwa menyamakan isi kepala dua orang yang berbeda adalah sebuah kemustahilan. Menghindari gesekan atau perbedaan pandangan secara mutlak bukanlah tujuan akhir dari sebuah interaksi yang sehat. Langkah terbaik yang bisa diambil adalah memupuk kesadaran bahwa sudut pandang kita hanyalah satu dari sekian banyak cara untuk melihat dunia. Dengan berbekal kesadaran bahwa setiap lawan bicara membawa beban masa lalu dan kacamata yang berbeda, kita bisa menjadi lebih bijak dan berhati-hati sebelum menjatuhkan penilaian terhadap ucapan maupun tindakan orang lain di sekitar kita.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

psikologikomunikasipersepsiinteraksi sosial

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap