berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Penyebab Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Gulung Tikar di Indonesia

Yolanda RumbayanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 14.53 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Gulung Tikar di Indonesia
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Industri konstruksi di Indonesia saat ini tengah menghadapi tekanan berat yang mengancam keberlanjutan bisnis para pelakunya. Berdasarkan data dari Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), terdapat sekitar 19 persen atau setidaknya 20 dari total 117 anggota asosiasi tersebut yang kini terancam gulung tikar. Krisis ini dipicu oleh kombinasi lonjakan harga bahan baku secara global dan kendala arus kas internal perusahaan yang belum menemui jalan keluar. Permasalahan ini memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan pelaku usaha mengenai apa yang sebenarnya terjadi di sektor yang sangat vital ini. Berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai situasi krisis yang sedang melanda sektor konstruksi nasional.

Mengapa banyak perusahaan konstruksi nasional terancam mengalami kebangkrutan?

Kondisi ini disebabkan oleh tekanan berat pada industri konstruksi yang diperburuk oleh meletusnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Konflik geopolitik tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia serta berbagai bahan baku utama konstruksi secara signifikan. Di sisi lain, margin keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan konstruksi sangatlah tipis, yaitu hanya berkisar antara 2 persen hingga 3 persen. Dengan margin yang sangat minim tersebut, lonjakan biaya produksi secara langsung memukul kemampuan finansial perusahaan secara drastis, sehingga mengancam keberlangsungan operasional mereka.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Bahan baku apa saja yang mengalami kenaikan harga paling signifikan akibat konflik tersebut?

Selama periode 28 Februari hingga 1 Juli 2026, tercatat kenaikan harga yang sangat tajam pada beberapa komoditas vital untuk konstruksi. Harga minyak bumi mengalami kenaikan sebesar 37,41 persen, sementara harga solar industri melonjak hingga mencapai 41,52 persen. Selain bahan bakar, harga besi beton juga merangkak naik sebesar 27,78 persen, dan harga aspal mengalami peningkatan sebesar 23,85 persen. Kenaikan harga-harga ini membuat seluruh komponen biaya pelaksanaan proyek membengkak secara bersamaan, mulai dari biaya operasional hingga transportasi material.

Baca Juga

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026

Bagaimana masalah arus kas memperparah kondisi keuangan para kontraktor?

Selain menghadapi lonjakan biaya operasional, perusahaan konstruksi juga didera masalah arus kas akibat keterlambatan pembayaran restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen oleh pemerintah. Secara regulasi, proses pencairan restitusi PPN seharusnya diselesaikan maksimal 12 bulan sejak dokumen dinyatakan lengkap. Namun pada praktiknya, proses ini memakan waktu jauh lebih lama karena adanya permintaan data tambahan dari Kantor Pajak. Penundaan pencairan dana restitusi ini dilaporkan sudah terjadi sejak setahun lalu. Jika diakumulasikan dari 117 anggota AKI, total nilai dana restitusi perusahaan konstruksi yang tertahan di pemerintah diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

Apa saja langkah yang telah ditempuh oleh asosiasi untuk mengatasi masalah ini?

Ketua Umum AKI, Djoko Sarwono, menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga kontrak konstruksi. Langkah ini diambil guna mengompensasi lonjakan harga bahan bakar minyak industri yang membebani proyek. Namun, hingga kini surat permohonan penyesuaian harga tersebut belum mendapatkan respons positif dari pemerintah. Selain itu, Djoko juga mengaku telah menghubungi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan untuk mengadukan keluhan terkait restitusi PPN yang tertahan, tetapi upaya tersebut juga belum menemui titik terang yang jelas. Pernyataan ini disampaikan oleh Djoko saat ditemui di Muyen Coffee, Jakarta Selatan, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Baca Juga

Panduan Pelaksanaan Rencana Aksi Perbatasan 2026 oleh BNPP RI

Panduan Pelaksanaan Rencana Aksi Perbatasan 2026 oleh BNPP RI

Seberapa penting sektor konstruksi bagi perekonomian Indonesia?

Sektor konstruksi memiliki peran yang sangat strategis bagi stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini memberikan kontribusi yang signifikan, yakni sebesar 9,48 persen hingga 10,43 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Tidak hanya berdampak pada pendapatan negara, industri konstruksi juga menjadi tumpuan hidup bagi banyak masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, yaitu hingga mencapai 35 juta orang pekerja di seluruh Indonesia.

Apa dampak terburuk yang mungkin terjadi jika krisis ini terus dibiarkan tanpa penanganan?

Jika situasi ini terus berlanjut tanpa adanya solusi konkret, industri konstruksi berpotensi menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Puluhan juta pekerja dapat kehilangan mata pencaharian mereka akibat perusahaan yang tidak lagi mampu bertahan. Untuk melindungi industri ini dari ancaman kebangkrutan massal dan menyelamatkan para pekerja, Djoko Sarwono menegaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) perlu segera melakukan diskresi. Langkah diskresi ini dinilai sangat mendesak untuk melindungi kelangsungan industri konstruksi nasional dari dampak buruk krisis ekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Pekerjaan UmumKonstruksiAsosiasi Kontraktor IndonesiaRestitusi PPNPerekonomian

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026Panduan Pelaksanaan Rencana Aksi Perbatasan 2026 oleh BNPP RIDampak Putusan MK terhadap Pemisahan Anggaran Program Makan Bergizi GratisKebijakan Likuiditas Makroprudensial Bank Indonesia untuk Mendorong Kredit Sektor RiilLangkah Tepat Menangani Terduga Pelaku Pencurian di Pasar Tanpa Main Hakim SendiriPenyebab Kaki Kram Saat Tidur dan Langkah Tepat MengatasinyaCara Membudayakan Inovasi di Daerah Melalui Pendekatan Bantul Innovation Award Tahun 2026Rencana Pertarungan Sebastian Fundora Melawan Ermal Hadribeaj dan Kabar Tinju Dunia

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap