Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memantapkan langkah strategis guna mempersiapkan wilayahnya sebagai penyangga utama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui berbagai inisiatif pembangunan yang masif, pemerintah provinsi memfokuskan diri pada penyediaan rantai pasok yang andal untuk mendukung seluruh kebutuhan pembangunan ibu kota baru tersebut. Upaya ini mencakup pembangunan infrastruktur berskala besar, penyediaan energi bersih, hingga pengembangan sektor ekonomi potensial. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Kalimantan Utara dalam konstelasi ekonomi regional, sekaligus menjadikan kawasan perbatasan sebagai pusat ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan.
Apa saja proyek strategis yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk mendukung IKN?
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi saat ini tengah menggencarkan pengembangan sejumlah proyek strategis utama. Proyek-proyek tersebut dirancang secara khusus untuk menyokong rantai pasok Ibu Kota Nusantara. Beberapa proyek besar yang sedang berjalan meliputi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) serta Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) yang berlokasi di Tanah Kuning鈥揗angkupadi. Selain memfokuskan pada kawasan industri terpadu, pemerintah daerah juga mengembangkan infrastruktur energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade.
Di mana rencana pengembangan proyek strategis tersebut dipaparkan secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara?
Pemaparan mengenai pengembangan berbagai proyek strategis tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Zainal A Paliwang dalam forum resmi Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo). Pertemuan tingkat bilateral ini diselenggarakan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah tidak hanya menunjukkan kesiapan infrastruktur wilayahnya, tetapi juga membuka ruang diskusi terkait evaluasi pelaksanaan program kerja serta identifikasi kendala guna meningkatkan efektivitas kerja sama antara kedua wilayah yang berbatasan.
Basarnas Utamakan Evakuasi Korban Sebelum Investigasi Kapal Virgo Transport 8

Selain pembangunan infrastruktur fisik dan energi, sektor apa lagi yang menjadi fokus utama pemerintah daerah?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyadari bahwa pembangunan yang holistik memerlukan diversifikasi sektor ekonomi. Oleh karena itu, selain memusatkan perhatian pada proyek infrastruktur fisik dan energi, pemerintah daerah juga memberikan prioritas pada program hilirisasi. Sektor yang didorong untuk hilirisasi meliputi komoditas perikanan dan rumput laut, yang memiliki potensi besar di wilayah tersebut. Pengembangan energi hijau juga terus dipacu agar pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan tetap berjalan selaras dengan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang.
Bagaimana kehadiran IKN memengaruhi peluang kerja sama bilateral antara Kalimantan Utara dan Sabah?
Gubernur Zainal A Paliwang menilai bahwa pembangunan IKN membuka peluang kolaborasi yang semakin luas dan menjanjikan antara Provinsi Kalimantan Utara dan Negeri Sabah. Hubungan kedua wilayah ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, didukung oleh faktor geografis serta kedekatan budaya dan sosial yang telah terjalin sejak lama. Kerja sama bilateral yang terus didorong mencakup berbagai sektor esensial, mulai dari aktivitas perdagangan, penanaman modal atau investasi, sistem logistik, ketenagakerjaan, hingga sektor pariwisata dan upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan regional.
Pencarian Korban Kapal Virgo 8 Hilang Kontak, Posko 24 Jam Disiagakan

Siapa saja delegasi yang berpartisipasi dalam Sidang ke-28 Sosek Malindo di Tarakan tersebut?
Forum pertemuan bilateral ini dihadiri oleh perwakilan penting dari kedua negara. Dari pihak Malaysia, delegasi dipimpin langsung oleh Ketua Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Sosek Malindo Negeri Sabah, Datuk Jamili Nais, beserta seluruh jajarannya. Sementara itu, dari pihak Indonesia, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Utara. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen kuat dalam mempererat persahabatan kedua negara.
Apa latar belakang dan harapan dari pelaksanaan sidang Sosek Malindo di Tarakan ini?
Sidang ke-28 Sosek Malindo di Tarakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari pertemuan sebelumnya yang telah dilangsungkan di Sandakan, Malaysia, pada tahun 2025. Sebagai tuan rumah, Gubernur Zainal A Paliwang berharap agar seluruh delegasi yang hadir dapat mengedepankan semangat musyawarah dan saling menghormati dalam setiap sesi pembahasan. Rekomendasi yang dihasilkan dari sidang ini diharapkan bersifat realistis dan aplikatif, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan signifikan bagi kemajuan Indonesia maupun Malaysia, khususnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara dan Negeri Sabah.






