Bagaimana standar penerapan teknologi Video Assistant Referee VAR dalam pertandingan Liga 1 Indonesia dijalankan agar sesuai dengan regulasi resmi sepak bola? Pertanyaan ini menjadi perhatian utama insan sepak bola nasional seiring dorongan implementasi teknologi penunjang keputusan wasit di lapangan.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi memperkenalkan VAR sejak 2018 untuk meminimalkan kesalahan fatal pengadil lapangan. Dalam perkembangannya, seluruh kompetisi yang mengadopsi sistem ini diwajibkan mematuhi protokol tata kelola, mekanisme intervensi, serta pembagian peran antara wasit utama dan petugas video yang baku.
Standar Protokol dan Mekanisme Intervensi VAR
Dalam kerangka kerja FIFA, VAR beroperasi untuk meninjau keputusan faktual maupun insiden krusial yang luput dari pandangan wasit utama. Tinjauan mencakup keabsahan gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas (mistaken identity rule).
Update Persiapan Venue dan Jadwal Pertandingan Pekan Olahraga Nasional PON Aceh Sumut serta Kalender Olahraga Daerah

Koreksi atas kesalahan identitas sempat terjadi pada laga internasional saat wasit membatalkan kartu kuning untuk Leandro Paredes setelah berkonsultasi dengan VAR. Selain itu, VAR bertugas mengidentifikasi pelanggaran di awal proses serangan (attacking phase of play), seperti pembatalan gol Mostafa Zico untuk Mesir saat melawan Argentina pada 7 Juli akibat pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez sebelum gol tercipta.
Simulasi atau diving juga menjadi fokus tinjauan. Pada babak perempat final Piala Dunia, penyerang Swiss Breel Embolo menerima kartu kuning kedua dan dikeluarkan dari lapangan setelah VAR mengonfirmasi aksi pura-pura jatuh. Penegakan serupa terjadi dalam laga Amerika Serikat melawan Paraguay di Stadion SoFi, ketika wasit Danny Makkelie pada menit ke-49 meninjau monitor tepi lapangan (pitchside monitor), membatalkan kartu kuning bek AS Tim Ream serta tendangan bebas Paraguay, lalu menghukum Miguel Almir贸n dengan kartu kuning atas simulasi.
Evaluasi Data dan Kebijakan Perwasitan FIFA
Data turnamen resmi menunjukkan evolusi keterlibatan asisten wasit video dari waktu ke waktu. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, VAR melakukan intervensi sebanyak 20 kali dalam 64 pertandingan, dengan 17 keputusan wasit berhasil diubah. Jumlah intervensi meningkat menjadi 27 kali pada edisi 2022 di Qatar.
Jadwal Siaran Langsung Kualifikasi Piala Dunia 2026 Timnas Indonesia vs Australia dan Persaingan Grup Zona Asia

Pada turnamen skala besar edisi 2026, yang mengoperasikan ruang operasi video (video operation room) di Dallas, Amerika Serikat, wasit dipanggil ke monitor tepi lapangan sebanyak 23 kali dalam 96 pertandingan pertama. Di saat bersamaan, kepala perwasitan FIFA Pierluigi Collina menginstruksikan para pengadil untuk membiarkan kontak fisik yang wajar tetap berlangsung guna menjaga tempo pertandingan. Kebijakan ini berdampak pada penurunan rata-rata pelanggaran menjadi 22,6 per laga, berbanding 25 pelanggaran pada 2022 dan 27 pelanggaran pada 2018.
Prinsip membiarkan tempo permainan mengalir tanpa intervensi berlebih menjadi landasan penting bagi liga domestik yang mengadopsi teknologi serupa. Kesiapan perangkat teknologi, pusat operasi video, dan pemahaman protokol oleh wasit lapangan tetap menjadi acuan mutlak dalam implementasi sistem perwasitan modern.






