Sebanyak 307.107 kode QR dari total 1,5 juta pendaftar yang memiliki akses resmi telah diblokir oleh PT Pertamina Patra Niaga akibat indikasi penyalahgunaan kuota. Langkah pengawasan ketat ini menjadi bagian penting dalam penerapan QR Code MyPertamina untuk pembelian BBM bersubsidi Pertalite dan Solar di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Skema verifikasi digital melalui Program Subsidi Tepat dirancang guna memastikan anggaran subsidi energi disalurkan tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah. Pengguna kendaraan roda empat kini diwajibkan memahami mekanisme transaksi, batasan pembelian harian, serta langkah pemulihan akses jika dokumen digital kendaraan mengalami kendala verifikasi.
Aturan Kendaraan Roda Empat dalam Program Subsidi Tepat
Pembatasan transaksi bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dijalankan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 serta regulasi teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kebijakan ini menargetkan penciptaan efisiensi anggaran negara dan penertiban distribusi energi di tingkat konsumen akhir.
Secara teknis, kewajiban pemindaian kode QR Pertamina berlaku khusus untuk konsumen dengan kendaraan roda empat atau mobil. Pengendara mobil diwajibkan mendaftarkan kendaraannya ke sistem Subsidi Tepat guna memperoleh kode identifikasi digital unik yang dicocokkan petugas SPBU saat transaksi berlangsung.
Pemberlakuan Sanksi Kepatuhan Perlindungan Data Pribadi UU PDP bagi Korporasi, Ketentuan dan Kesiapan Sistem

Kuota Solar Subsidi bagi Sektor Usaha Mikro dan Perikanan
Distribusi Solar subsidi tidak hanya menyasar kendaraan transportasi pribadi atau angkutan umum, tetapi juga menopang kegiatan produktif masyarakat. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberlakukan syarat khusus bagi kelompok usaha tertentu agar tetap dapat membeli Solar subsidi.
Pelaku usaha mikro di sektor perkebunan dan perikanan wajib mengantongi surat rekomendasi dari BPH Migas atau dinas terkait. Dokumen rekomendasi resmi ini menjadi dasar verifikasi bahwa Solar subsidi yang dibeli benar-benar digunakan untuk mendukung operasional alat produksi usaha kecil.
Penyebab Pemblokiran Kode QR dan Jalur Sanggah Resmi
Dari total 307.107 kode QR yang dibekukan aksesnya oleh Pertamina Patra Niaga, sebanyak 232.374 unit merupakan kode QR untuk Biosolar dan 74.733 unit sisanya tercatat untuk transaksi Pertalite. Pemblokiran massal ini dipicu oleh temuan kecurangan (fraud), salah satunya praktik pengisian bahan bakar secara berulang yang melampaui batas kuota harian yang ditetapkan sistem.
Tata Cara Aktivasi Identitas Kependudukan Digital IKD di Aplikasi Kemendagri dan Ketentuan Validasi

Bagi pemilik kendaraan yang merasa tidak melakukan pelanggaran namun kode QR miliknya terblokir, Pertamina menyediakan mekanisme sanggahan resmi:
- Akses tautan verifikasi sanggah melalui laman ptm.id/sanggahblokirnopol.
- Siapkan dokumen identitas kendaraan sesuai data registrasi awal (nomor polisi dan data STNK).
- Kirimkan berkas persyaratan lengkap dalam satu pesan surat elektronik resmi ke alamat pcc135@pertamina.com untuk diproses verifikasi ulang oleh tim administrasi.
Wilayah Uji Coba dan Evaluasi Distribusi Digital
Sistem transaksi subsidi berbasis digital MyPertamina telah melewati tahapan pengujian operasional lapangan sejak 1 Juli 2022. Pada fase awal uji coba tersebut, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan sistem di lima provinsi percontohan, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.
Evaluasi berkala dari wilayah uji coba tersebut menjadi rujukan utama operator dalam mendeteksi anomali konsumsi, memperbaiki integrasi data nopol kendaraan, serta memperkuat sistem penegakan kuota BBM bersubsidi secara nasional.






