Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, mengidentifikasi tiga kecamatan di wilayahnya yang tengah menghadapi krisis air bersih cukup parah. Kondisi kekurangan pasokan air bersih tersebut dipicu oleh musim kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Tiga wilayah yang menjadi fokus perhatian utama penanganan darurat kekeringan ini meliputi Kecamatan Sukarami, Kecamatan Sematang Borang, dan Kecamatan Jakabaring.
Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta penanganan kekeringan pada Senin (25/8). Rapat koordinasi ini menghasilkan serangkaian langkah terintegrasi untuk menjamin ketersediaan air bersih sekaligus meminimalkan dampak buruk kabut asap dan potensi kebakaran lahan di seluruh wilayah kota.
Penyaluran dan Distribusi Bantuan Air Bersih
Guna merespons kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, Pemkot Palembang merancang skema penyaluran bantuan pasokan air secara terpadu melalui langkah-langkah berikut:
1. Sinergi Lintas Perangkat Daerah Pemkot Palembang bekerja sama secara langsung dengan PDAM Tirta Musi dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang guna mempersiapkan armada penyaluran air bersih ke lokasi sasaran.
1. Pengaturan Jadwal Tangki Berdasarkan Kebutuhan Mendesak Distribusi bantuan tangki air bersih dilakukan dengan sistem pengaturan waktu yang ketat dan diprioritaskan untuk warga yang mengalami kondisi kelangkaan air paling kritis di Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring.
Kesiapsiagaan Posko dan Penanggulangan Karhutla
Selain ancaman kekeringan air bersih, ancaman kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Wali Kota Palembang telah menetapkan status siaga bencana karhutla setelah terjadi lonjakan 50 kasus kebakaran lahan pada periode Juni-Juli 2026. Menghadapi situasi tersebut, Pemkot Palembang memberlakukan kesiagaan operasional lapangan:
41 Orang Luka-Luka, Ratusan Rumah Rusak Parah usai Tornado Terjang Prancis Barat Daya

1. Pendirian Posko Siaga Karhutla Kecamatan Wali Kota Palembang menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kecamatan di Kota Palembang untuk segera mendirikan posko siaga karhutla sebagai pusat pemantauan wilayah dan pelaporan cepat.
1. Penyiagaan Unit Armada Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Palembang diminta menyiagakan unit armada mobil pemadam kebakaran di titik-titik lokasi yang dipetakan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap insiden kebakaran lahan.
Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan dan Penyesuaian Sekolah
Penurunan kualitas udara akibat kabut asap di Palembang diduga bersumber dari sebaran asap kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir (OI). Untuk mengantisipasi dampak kesehatan bagi kelompok rentan, Pemkot Palembang menetapkan langkah pencegahan:
1. Larangan Aktivitas Luar Ruang bagi Sekolah dan ASN Pemkot Palembang telah menerbitkan surat imbauan yang melarang pihak sekolah menyelenggarakan aktivitas di luar ruang kelas, termasuk kegiatan upacara bendera. Larangan serupa diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.
1. Pengkajian Opsi Pembelajaran Daring Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan Kota Palembang secara intensif mengkaji pengalihan mekanisme kegiatan belajar mengajar dari pembelajaran tatap muka menjadi sistem daring (online) demi menjaga keselamatan siswa.
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 25 Agustus 2026, Potensi Hujan hingga Udara Kabur di Sejumlah Wilayah

Dampak Kemarau Panjang di Sejumlah Daerah
Dampak musim kemarau dan kekeringan juga dialami berbagai wilayah lain di Indonesia, antara lain:
1. Kota Depok, Jawa Barat Puncak musim kemarau mengakibatkan kekeringan ekstrem di 11 kecamatan yang berdampak pada 10.000 warga. Kondisi ini memaksa masyarakat mencari sumber air alternatif ke sungai, sementara PDAM dan PMI bergerak menyalurkan bantuan.
1. Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Klaten Sebanyak 14 daerah di Jawa Tengah berada dalam status awas kekeringan dengan total 722 ribu jiwa terdampak, di mana 23,5 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 30 kabupaten/kota. Di Kabupaten Klaten sendiri, kekeringan melanda 3.968 kepala keluarga atau 13.318 jiwa.
1. Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Petugas Damkar Kabupaten Bandung Barat menghadapi kendala minimnya armada operasional dan menyusutnya cadangan sumber air di tengah musim kemarau dan pengaruh fenomena El Nino.
1. Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Warga di Kecamatan Penajam turut menghadapi persoalan serupa akibat keterbatasan ketersediaan air bersih selama kemarau berlangsung.






